Sabtu
05 September 2026 | 5 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dongkrak PAD, DPRD Jember Dorong Pembentukan Badan Khusus Pengelola Aset

pdip-jatim-250109-ipunk-jember

JEMBER — Potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jember dinilai masih “mengendap” seiring belum optimalnya pengelolaan aset daerah. Bahkan, aset senilai Rp3,4 triliun dilaporkan belum terdokumentasi dengan baik selama puluhan tahun.

Kondisi tersebut mendorong DPRD Kabupaten Jember mengusulkan pembentukan badan khusus pengelola aset agar pemanfaatannya lebih maksimal dan mampu mendongkrak PAD.

Anggota Komisi C DPRD Jember sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo, mengatakan semangat Bupati Jember dalam mengoptimalkan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil belum sepenuhnya sesuai harapan, terutama dalam sektor pengelolaan aset.

Saat ini, pengelolaan aset masih terintegrasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Menurutnya, kondisi tersebut membuat pendataan hingga pemanfaatan aset belum berjalan optimal.

Edi yang akrab disapa Ipung menegaskan, efisiensi menjadi kunci utama. Karena itu, ia mengusulkan pemisahan badan pengelola aset agar tidak lagi menyatu dengan BPKAD yang memiliki cakupan kerja luas.

“Banyak potensi aset daerah yang belum tergarap maksimal. Mulai dari tanah dan bangunan, rumah dinas, rumah sakit, pasar daerah, hingga sekolah negeri,” ujar Ipung, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, aset berupa mesin dan peralatan seperti kendaraan dinas, alat kesehatan, alat berat, hingga inventaris kantor juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara profesional.

Selain itu, jaringan instalasi, konstruksi, hingga aset tak berwujud seperti software dan hak cipta milik pemerintah daerah perlu didata dan dimanfaatkan secara optimal.

Ipung juga menyoroti potensi besar dari situs-situs bersejarah serta pemanfaatan perangkat lunak produksi Pemkab Jember sebagai sumber PAD baru.

“Jika dikelola secara khusus, aset-aset terbengkalai di lokasi strategis bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar lebih produktif,” tegasnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebagian besar aset yang belum terdokumentasi tersebut merupakan aset bergerak yang tersebar dan belum tertata dengan baik.

DPRD berharap, pembentukan badan khusus pengelola aset dapat menjadi solusi untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, serta mengoptimalkan potensi PAD dari sektor aset daerah. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...