Minggu
01 November 2026 | 3 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doa Bung Karno Pada Malam Menjelang Lahirnya Pancasila

pdip-jatim-romantika-31052023-bung-karno-berdoa

BESOK, 78 tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945. Lima dasar negara yang dinamakan Pancasila mengemuka dalam pidato yang disampaikan Soekarno di persidangan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Latar peristiwa dan waktu tersebut menjadi penanda hari besar nasional, Hari Lahir Pancasila yang diperingati saban 1 Juni, sejak 2016.

Sidang pertama BPUPKI dimulai 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Persidangan berlangsung di Gedung Chuo Sangi In Jalan Pejambon 6 Jakarta. Kini menjadi Gedung Pancasila.

Berbagai catatan sejarah menyebutkan, rentang waktu itu, 39 tokoh berpidato menyampaikan pemikirannya. Namun, hanya beberapa saja yang menjabarkan perihal rumusan dasar-dasar negara. Termasuk Soekarno yang pada 1 Juni 1945  menjlentrehkan lima dasar negara.

Pada malam atau beberapa jam menjelang persidangan yang dimulai pada 09.00 siang, Soekarno melakukan semacam kontemplasi.

Dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, terbitan Yayasan Bung Karno, dijelaskan, malam itu Soekarno berada di pekarangan rumahnya, Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Seorang diri, bapak bangsa itu memandang bintang-bintang di langit, mengagumi ciptaan Tuhan.

“Aku meratap pelan-pelan. Kusampaikan kepada Tuhan, aku menangis karena besok aku akan menghadapi saat bersejarah dalam hidupku. Dan aku memerlukan bantuan-Mu”.

“Aku tahu, pemikiran yang akan kusampaikan bukanlah milikku. Engkaulah yang membukakannya kepadaku. Hanya Engkaulah yang Maha Pencipta. Engkaulah yang selalu memberi petunjuk pada setiap napas hidupku. Ya Allah, berikan kembali petunjuk serta ilham-Mu kepadaku.”

Esok harinya, di gedung persidangan BPUPKI, Bung Karno menuju podium sesaat setelah sidang dibuka. Ia pun berpidato menjelaskan dasar-dasar negara.

“Aku mengupas kelima mutiara berharga: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

“Pidato yang memakan waktu lama itu kuakhiri dengan memperkenalkan nama Pancasila.” (hs)

Foto ilustrasi: Soekarno melaksanakan salat, saat kunjungan ke Amerika Serikat. sumber: koransulindo.com

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...