Kamis
11 Juni 2026 | 3 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Distribusi Dana Bansos DBHCHT Menuai Protes, Wakil Ketua DPRD Jember: Data Penerima Perlu Diperbarui

pdip-jatim-250220-widarto

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, minta bansos bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) pembagiannya tepat sasaran.

Sebelumnya, dana bansos dari DBHCHT yang didistribusikan Pemkab Jember masih menuai banyak protes. Validasi data penerima belum diperbarui sehingga banyak warga yang berhak mendapat bantuan, terabaikan.

“Perlu perbaikan data. Syaratnya, pemerintah transparan soal data ini. Problemnya pemerintah tidak transparan, sehingga kita tidak bisa memberikan masukan,” kata Widarto, Jumat (5/12/2025)

Widarto dorong Pemkab Jember serius dalam memperbaiki akurasi data penerima bansos. Apalagi bantuan dana bansos sumber DBHCHT itu sudah tercatat secara rinci kluster penerimanya.

Di antaranya, dana sebesar Rp 500 ribu dibagikan masing-masing untuk 28.510 orang warga non-buruh, disabilitas, dan non-yatim piatu.

Kemudian bantuan sebesar Rp 1 juta dibagikan masing-masing untuk 2.012 orang buruh pabrik rokok, 2.656 buruh rokok, 5.970 buruh tani dan tembakau, 335 orang disabilitas, dan 7 orang yatim dan yatim piatu.

“Jangan sampai terulang lagi masyarakat mampu secara ekonomi yang mendapatkan bantuan, sementara yang tidak mampu malah tidak mendapatkan. Warga yang meninggal pun masih muncul,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember tersebut.

Sebagaimana diketahui, terkait akurasi data tersebut pemerintah pusat melakukan pembaruan mekanisme melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Harapanya sistem baru ini memudahkan menyajikan pengelompokan kondisi ekonomi keluarga dalam bentuk desil 1 sampai 10. Namun fakta di lapangan banyak masyarakat di desil 1 sampai dengan 5 terabaikan.

Contohnya di Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Karangharjo, Kecamatan Sumbersari, hampir sebagian besar warga desil 1 – 5 tercatat sebagai warga di desil 6 atau kelompok mampu. Alhasil mereka tak mendapatkan bansos. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...