Sabtu
31 Oktober 2026 | 8 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Tengah Tantangan dan Gejolak, Pancasila Terbukti Persatukan Bangsa

pdip-jatim-ahmad-basarah-wasekjen

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengingatkan bahwa Pancasila sebagai landasan filosofi negara telah terbukti mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai tantangan dan gejolak.

“Karena itu, bangsa Indonesia merayakan peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni,” kata Basarah, di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Basarah menyebutkan, penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional, berdasarkan Keppres Nomor 24 tahun 2016. “Keputusan Presiden Jokowi ini memiliki dasar pijakan historis dan yuridis yang jelas,” jelasnya.

Baca juga: Sambut 1 Juni, PDIP: Momen Kembalikan Roh dan Jiwa Pancasila

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, dasar historis dan yuridis Harlah Pancasila, antara lain, pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan agenda tunggal khusus membahas tentang apa dasar negara Indonesia jika merdeka kelak.

Dia mengungkapkan, Bung Karno sebagai anggota BPUPK untuk pertama kalinya di depan sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 menyampaikan pandangan dan gagasannya tentang lima prinsip atau dasar bagi Indonesia merdeka, yang disebut Pancasila.

Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 tersebut, ujar Basarah, telah diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta sidang BPUPK.

Terkait peringatan 1 Juni sebagai Harlah Pancasila, Basarah dalam acara Lingkar Dialog Pancasila di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/5/2019) mengatakan, Pancasila merupakan ideologi yang dinamis.

Oleh karena itu, Pancasila berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Namun, tetap berlandaskan pada falsafah dasar yang terangkum dalam Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.

Basarah menegaskan, Pancasila bukan ideologi tertutup. “Yang dimaksud ideologi tertutup adalah ideologi dogmatis yang tak bisa didiskusikan lagi, contohnya seperti komunisme,” terang dia.

Lalu, lanjut Basarah, Pancasila juga bukan merupakan ideologi terbuka yang penafsirannya dilepaskan pada “pasar bebas” pemikiran. Sebab, ideologi yang terlalu terbuka bisa mencabut ideologi tersebut dari “roh” atau falsafah dasarnya.

“Dulu rezim Orde Baru pernah menafsirkan Pancasila menurut tafsirannya sendiri, dengan mencabut Pancasila dari Philosophische Grondslag-nya, yakni Pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” sebut Basarah.

Acara Lingkar Dialog Pancasila sendiri diselenggarakan PDI Perjuangan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945- 1 Juni 2019. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...
KRONIK

Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ziarah ke Makam Raja-Raja

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para ...