
PALU – Relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Pusat PDI Perjuangan menerjunkan tim relawan sekaligus menyalurkan ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah.
Semua dilakukan hanya beberapa jam setelah terjadi gempa melanda wilayah Donggala, Palu dan Sigi, seluruhnya di Provinsi Sulteng, 28 September 2018.
“Jumat (28/92018) kami menyiapkan tim dan segera berangkat ke Palu. Namun, ternyata baru bisa sampai di Palu Minggu (30/9/2018), dengan pesawat TNI AU dari Makassar,” kata Kepala Baguna PDIP Sadarestuwati kepada wartawan, Jumat (5/10/2018).
Setibanya di Palu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini sempat kebingungan. Karena seluruh jaringan komunikasi terputus.
Dia juga kesulitan berkomunikasi dengan pengurus PDI Perjuangan di sana. “Kami sempat terkatung-katung di bandara sekitar 2 jam,” jelas politisi yang akrab disapa Mbak Estu ini.
Setelah lama menunggu, terang Sadarestuwati, tim Baguna PDI Perjuangan dan sejumlah bantuan yang dibawa akhirnya bisa tersalurkan.
Tim pun, sambungnya, langsung berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) yang sudah berada di lokasi dan membantu evakuasi para korban.
“Tim kita sebar sesuai arahan Basarnas. Sampai kini, rekan-rekan relawan Baguna DPP PDI Perjuangan masih berada di lokasi untuk membantu evakuasi dan mendirikan sejumlah tenda darurat dan dapur umum,” terangnya.
Estu yang juga kakak kandung Wakil Bupati Jombang Sumrambah ini menuturkan, kondisi di Palu saat ini benar-benar memprihatinkan.
Para pengungsi membutuhkan banyak bantuan, mulai dari makanan siap saji, sampai kepada kebutuhan air bersih. Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat juga kini sudah mulai bisa tersalurkan.
“Kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan baguna PDIP setempat guna untuk menggalang bantuan bagi para korban di Palu. Seluruh tim Baguna akan kita kerahkan untuk membantu masyarakat di Palu,” jelas Estu.
Bantuan itu, jelas Estu, seluruhnya akan disalurkan kepada para korban. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban bencana di sini,” harap Estu.
Sementara itu, Tim Baguna dari Jawa Barat tiba di Sulteng pada Rabu (3/10/2018). Bersama Baguna dari Sulsel dan Sulbar, mereka kemudian bergerak menuju Perumahan Balaroa Palu Barat yang hancur terkena gempa.
Mereka menyisir setiap petak rumah yang hancur akibat goncangan gempa berkekuatan 7,4 SR. Sebanyak 7 jenazah yang berada di Perumahan Balaroa berhasil dievakuasi tim Baguna. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









