Sabtu
29 Agustus 2026 | 3 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Istana Batu Tulis, Jokowi dan Megawati Bicara soal Pilpres

pdip-jatim-mega-jokowi-istana-batu-tulis

JAKARTA — Pemilu presiden (pilpres) menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2/2018) malam.

“Iya, saya berbicara mengenai pilpres,” ungkap Jokowi kepada wartawan di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Meski demikian, Jokowi tidak menjelaskan lebih rinci apa saja terkait pilpres yang diperbincangkan dengan Megawati.

Dia juga membantah pertemuannya dengan Megawati itu membahas nama yang akan dijadikan bakal calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

“Belum sampai ke sana. Masih panjang banget, masih panjang sekali,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, pertemuannya dengan Megawati sebenarnya merupakan pertemuan rutin dengan ketua umum partai politik. Pertemuan serupa sering ia lakukan dengan ketua umum partai politik lainnya.

Selain membahas pilpres, Jokowi dan Megawati juga membahas dinamika pilkada di 171 daerah di Indonesia 2018 ini. Keduanya membahas bagaimana melewati masa pilkada dengan aman dan damai.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan antara Megawati dengan Jokowi membahas isu-isu strategis terkini.

“Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan belum memutuskan sosok cawapres yang akan mendampingi Presiden Jokowi pada Pemilu 2019.

Dia mengatakan, PDIP baru membahas kriteria cawapres yang nantinya akan disandingkan dengan Jokowi. Dia menekankan, hal terpenting ialah cawapres Jokowi memiliki komitmen kerakyatan dan cocok bekerja sama dengan mantan Wali Kota Solo itu.

Selain itu, sebut Hasto, PDIP juga akan membahas cawapres pendamping Jokowi bersama seluruh partai koalisi pemerintah karena tak ada partai yang mampu mengusung sendiri pasangan capres dan cawapres.

“Didialogkan bersama dengan partai yang mengusung mengingat berdasarkan keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) kekuatan PDI-P hanya 18,7 persen,” katanya.

Saat ditanya apakah PDI-P akan mengusung cawapres dari kalangan tertentu seperti santri atau nasionalis, Hasto menjawab belum ada pembicaraan yang mengerucut ke sana.

Dia mengatakan, kemungkinan hal itu akan dibahas dalam rapat kerja nasional (rakernas) di Bali pekan ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...