oleh

DewiSri Siap Kembangkan Obyek Wisata di Wilayah Sekitar Batu

pdip jatim - ER dialog dgn warga Dau MalangMALANG – Keterbatasan lahan di Kota Batu mulai diantisipasi oleh para pengembangan obyek wisata. Mereka mulai melirik wilayah Kabupaten Malang untuk pengembangan obyek wisata baru.

“Banyak pengusaha yang ingin menanamkan investasi di Kabupaten Malang, terutama untuk pengembangan obyek wisata baru kepada saya. Hal ini karena keterbatasan lahan yang ada di Kota Batu,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Eddy Rumpoko, kemarin.

Selain pengelola Taman Safari yang berkeinginan membuka wahana baru di Pujon, Ngantang dan Kasembon, pihak pengelola Jatim Park juga mengincar wilayah di perbatasan Kota Batu.

“Ketika PDI Perjuangan mencalonkan pasangan Dewanti Rumpoko – Masrifah Hadi (Dewi Sri), banyak pengelola tempat wisata yang menawarkan pengembangan wahana baru di Kabupaten Malang kepada saya. Ini tentu sangat bagus, berarti pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan mampu diterima pelaku usaha,” tutur Eddy Rumpoko yang juga menjabat Wali Kota Batu tersebut.

Respon positif inilah yang ditawarkan PDIP kepada masyarakat Kabupaten Malang dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Kemampuan kader-kader PDI Perjuangan dalam pengembangan daerah menjadi jaminan bagi kalangan pelaku usaha dalam berinvestasi.

Dalam kesempatan berdialog dengan masyarakat Kampung Cempluk, Desa Kalisongo dan Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Eddy Rumpoko menegaskan, pasangan Dewi Sri jika dipercaya memimpin Kabupaten Malang, dalam waktu setahun semua programnya akan segera direalisasikan. Termasuk keinginan investor untuk mengembangkan bidang pariwisata.

Pria yang akrab disapa ER ini menambahkan, Desa Kalisongo dan Karangwidoro secara umum lebih bagus dibanding Kota Batu saat masih menjadi kecamatan. Sehingga pengembangan pariwisata dan ekonomi di Kecamatan Dau akan lebih mudah.

Seperti sarana jalannya sudah ada, walau masih sempit. Menurutnya, Dau sangat strategis karena menghubungkan Kota Batu dan Kota Malang, sehingga sudah saatnya dikembangkan agar sejajar dengan kota di sekelilingnya. (sa)