Minggu
26 Juli 2026 | 3 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Data Tak Akurat, Upaya Prabowo-Hatta Tak Cukup Kalahkan Jokowi-JK

pdip jatim - j kristiadi

pdip jatim - j kristiadiJAKARTA – Peneliti dari Centre for Strategic of International Studies (CSIS) J Kristiadi menilai pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa belum mampu menghadirkan data atau bukti akurat dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi. Menurut dia, upaya Prabowo-Hatta tidak cukup untuk mengurangi perolehan suara hingga mengalahkan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Jauh dari kemampuan untuk menghadirkan suatu data yang akurat yang bisa mengurangi perolehan kubu nomor dua. Andai kata semua asumsi itu benar, itu pun tidak cukup untuk mengurangi jumlah suara perolehan Pak Jokowi-JK sehingga menjadi kalah,” kata Kristiadi, Sabtu (9/8/2014), di Jakarta.

Kristiadi menilai kubu Prabowo-Hatta seolah mengakal-akali kemustahilannya untuk membalikkan keadaan. “Akan mengubah takdir. Menurut saya, sangat sulit kalau hanya dengan tokoh-tokoh seperti itu. Ya, apa pun, apalagi kalau sudah dibedah,” ujarnya.

Menurut Kristiadi, hal yang penting disoroti saat ini bukanlah proses gugatan Prabowo-Hatta di MK, melainkan bagaimana mengawasi proses transisi pemerintahan Jokowi-JK. Ia mengimbau masyarakat mendorong dan mengoreksi andaikata ada janji-janji Jokowi-Kalla yang melenceng. Salah satu contohnya adalah janji Jokowi untuk tunduk pada konstitusi dan rakyat.

“Ini kita kawal sekarang ini, jangan sampai Pak Jokowi-JK juga jangan melenceng dari situ dan jangan sampai ada kekuatan yang transaksional,” ucapnya.

Dalam sidang kedua perkara perselisihan hasil pemilu presiden dan wakil presiden di Gedung MK, Jumat (8/8/2014) kemarin, hakim konstitusi menegur beberapa kali saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Hatta. Saksi-saksi itu dianggap bertele-tele memberikan keterangan dan seringkali tidak esensial dengan perkara yang disidangkan. Sejumlah saksi tidak mengetahui dengan pasti laporan di tempat pemungutan suara masing-masing dan hanya mendapat keterangan dari media massa atau omongan mulut ke mulut.

Anggota tim kuasa hukum Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, menilai saksi-saksi dari pemohon itu kaget karena tidak terbiasa dengan situasi persidangan. Namun, ia tidak mempermasalahkan kecanggungan saksi itu karena sudah ada bukti tertulis yang akan disusulkan.

Sementara itu, anggota tim hukum Prabowo-Hatta Alamsyah Hanafiyah, mengakui banyak saksi yang tidak menyaksikan langsung kejadian sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan majelis hakim. Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Sidoarjo Bakal Gelar Teatrikal Detik-detik Pengambilalihan Paksa Kantor DPP PDI

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar aksi teatrikal kolosal ...
KABAR CABANG

Musran Serentak di Widodaren, Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Minta Pengurus Baru Aktif Turun ke Masyarakat

NGAWI – Pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan di Kabupaten Ngawi terus berlanjut. Partai ...
KRONIK

Ketika Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Memengan Tradisional, Ajak Lestarikan Permainan Nusantara

BANYUWANGI – Taman Blambangan Banyuwangi dipadati ribuan siswa SD. Para generasi alpha tersebut memainkan permainan ...
KRONIK

PDI Perjuangan Jember Dukung Program Home Care Pemkab, Siap Dorong Tambahan Anggaran

JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyatakan dukungan terhadap peluncuran ...
BERITA TERKINI

RedTalks 2026: Anak Muda Tuntut Substansi Ideologi, Bukan Sekadar Branding Politik

MALANG – Semangat kebangsaan bergelora di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Forum RedTalks 2026 ...
SEMENTARA ITU...

Warga Sukorejo Bojonegoro Gelar Kirab Hasil Bumi untuk Peringati Haul Eyang Singonoyo

BOJONEGORO – Ribuan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memadati jalanan ...