Rabu
28 Oktober 2026 | 2 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Darul Minta Pemerintah Mereinterpretasi Sejarah Supersemar

pdip-jatim-darul-fath-sungenep

SUMENEP – Di hari peringatan turunnya Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep, Darul Hasyim Fath minta pemerintah mereinterpretasi momentum sejarah peralihan kekuasaan itu.

“Kita tahu, Supersemar menjadi momentum Pak Harto dan rezimnya melakukan de-Soekarnoisasi. Sejak peristiwa supersemar itu, Pak Harto terus melucuti Bung Karno, baik secara nilai-nilai maupun orang-orang yang mencintainya,” kata Darul, Rabu (11/3/2020).

Ketua Komisi I DPRD Sumenep ini juga minta pemerintah untuk kembali meneliti fakta-fakta sejarah seputar Supersemar. Menurut Darul, fakta-fakta itu penting untuk diungkap dan diteliti kembali guna mendudukkan persoalan sejarah yang simpang siur.

“Kita harus tahu, benarkah ada penodongan pada Presiden Soekarno untuk menandatangani surat kosong dengan blanko resmi? Bagaimana kesaksian Jenderal Yusuf? Saya kira fakta-fakta itu harus dibuka dan dibaca kembali seterang-terangnya,” beber Darul.

Legislator asal kepulauan Masalembu ini juga mengingatkan keinginan Menteri Nadiem Makarim tentang Kampus Merdeka. Darul berharap, Kampus Merdeka bukan sekadar slogan. Akan tetapi juga harus mengandung substansi yang benar-benar memerdekakan.

“Selama ini kita dicekoki oleh buku pelajaran sejarah yang seolah-olah Supersemar peristiwa peralihan kekuasaan semata. Seolah-olah perlakuan semena-mena pada Bung Karno adalah konsekuensi atas tuduhan-tuduhan yang tak berdasar,” urai Darul.

Karena itu, dia berharap pada semua pihak, terutama pemerintah untuk melihat kembali fakta-fakta sejarah supersemar.

“Kita tahu, setelah Supersemar Bung Karno, Bapak Proklamator bangsa ini menjadi pesakitan. Sampai hari ini, negara tidak pernah meminta maaf atas perlakuan yang semena-mena itu. Kenapa saya katakan semena-mena, karena Bung Karno ditahan atas tuduhan kudeta. Kan aneh, presiden mengkudeta dirinya sendiri?” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Soroti Potensi Ekonomi Mangrove, Masyarakat Pesisir Perlu Jadi Penerima Manfaat

BANYUWANGI – Rehabilitasi hutan mangrove dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Kekompakan Jadi Modal Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Pelayanan Publik

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya kekompakan, disiplin, dan sportivitas untuk memperkuat sinergi ...
RUANG MERAH

Di Bawah Getar Suara, di Luar Layar Gawai

Oleh Martin Rachmanto ADA momen ketika sebuah lagu tak lagi sekadar jejeran nada dan rima yang lewat di feed sosial ...
SEMENTARA ITU...

126 Atlet Trenggalek Bidik Tambahan Medali di Popda Jatim 2026, Empat Emas Jadi Pelecut

TRENGGALEK – Sebanyak 126 atlet Kabupaten Trenggalek disiapkan untuk memburu prestasi dalam Pekan Olahraga Pelajar ...
LEGISLATIF

Patemo Desak PU Pengairan Selesaikan Sengkarut Lahan Proyek Sungai Gonggo

BANYUWANGI – Warga Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, menyatakan dukungan penuh terhadap pengerjaan proyek ...
LEGISLATIF

Dukung Target UHC, PDIP Ponorogo Desak Peningkatan Alokasi Jaminan Kesehatan di RAPBD 2027

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Ponorogo mendorong peningkatan alokasi Penerima Bantuan Iuran Daerah ...