MALANG — Pagi di RT 05 RW 01 Kelurahan Polehan, Kota Malang, terasa berbeda pada Minggu (8/2/2026). Bangunan sederhana yang selama bertahun-tahun lebih sering terkunci dan berdebu, kini kembali dipenuhi suara warga, obrolan ringan, dan harapan baru.
Pos Peduli Kampung (Peka) yang lama terbengkalai itu akhirnya bangkit, resmi direhabilitasi, dan siap menjalani peran barunya sebagai ruang literasi dan edukasi warga.
Rehabilitasi Pos Peka terwujud berkat dukungan fasilitas pokok-pokok pikiran (Pokir) dari legislator Eko Herdiyanto, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang dari PDI Perjuangan.
Bagi warga Polehan, bantuan ini bukan sekadar soal bangunan yang diperbaiki, melainkan tentang menghidupkan kembali ruang bersama yang lama hilang dari denyut kampung.

Peresmian Pos Peka menjadi penanda transformasi penting di lingkungan permukiman padat tersebut. Pos ini dirancang bukan hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi sebagai pusat kegiatan warga—mulai dari belajar mengajar, edukasi sosial kemasyarakatan, hingga menjaga kerukunan dan stabilitas sosial kampung.
Kehadiran Eko Herdiyanto dalam peresmian disambut hangat warga. Banyak dari mereka menaruh harapan besar agar Pos Peka benar-benar menjadi ruang publik yang aktif dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat.
Menjawab harapan itu, Eko menegaskan bahwa Pos Peka telah dilengkapi dengan struktur organisasi yang jelas, terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, guna memastikan pengelolaan program berjalan rapi dan konsisten.
“Pos Peka ini harus hidup dengan kegiatan. Salah satu fokusnya adalah literasi—tempat belajar bersama, diskusi, dan edukasi sosial. Dari sini, kita jaga kerukunan sekaligus membangun kualitas warga,” ujar Eko.

Ia juga menyadari bahwa di era digital, ruang fisik perlu ditopang sarana pendukung yang memadai. Karena itu, Eko membuka peluang dukungan lanjutan bagi pengurus Pos Peka.
“Kami siap menunjang penuh proses berjalannya program di Pos Peka ini. Silakan ajukan proposal, termasuk kebutuhan perangkat seperti laptop, printer, hingga LCD proyektor, agar kegiatan belajar mengajar di sini bisa lebih maksimal,” katanya.
Dengan wajah barunya, Pos Peka Polehan diharapkan menjadi laboratorium sosial kampung—tempat tumbuhnya semangat literasi, partisipasi warga, dan harapan bagi generasi muda.
Dari sebuah bangunan yang sempat dilupakan, kini Pos Peka kembali menemukan maknanya: ruang kecil dengan peran besar bagi kemajuan kampung. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










