SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang akrab disapa Cak Ji mengunjungi SD Negeri Keputih 245 untuk memberikan dukungan kepada seorang siswa kelas 6 dengan kebutuhan khusus, Senin (26/1/2026).
Siswa berinisial A ini sempat merasa enggan bersekolah dan mengaku menjadi korban bullying, yang kemudian terungkap sebagai kesalahpahaman.
Dalam pertemuan tersebut, Cak Ji didampingi orang tua dan guru A. Di hadapan Cak Ji, A akhirnya mengungkapkan fakta yang sebenarnya.
“Saya tidak dibuli. Saya baru saja terjatuh sendiri,” ungkap A dengan jujur, menepis anggapan adanya bullying di sekolahnya.
Kepada Cak Ji, A mengaku menangis saat menceritakan kepada orang tuanya tentang kejadian tersebut. Orang tua A sempat khawatir dan menganggap anaknya menjadi korban bullying.
Namun, pengakuan jujur dari A mengubah pandangan tersebut. Ternyata, A hanya mengalami kecelakaan kecil saat bermain di sekolah, yang membuatnya terjatuh dan merasa kesakitan.
Guru pendamping khusus (GPK) SD Negeri Keputih 245, Febyantoro, menjelaskan bahwa A adalah salah satu siswa inklusi di sekolah tersebut, yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses pembelajarannya.
“Dari kelas satu, informasi dari guru kelasnya itu memang A ini ada kebutuhan khususnya,” jelas Febyantoro.
Meski demikian, orang tua A belum bersedia membawa anaknya untuk pemeriksaan lebih lanjut ke psikiater, sehingga pihak sekolah hanya bisa memberikan pendampingan berdasarkan kemampuan yang ada.
Menurut Febyantoro, A sering tidak masuk sekolah dan emosinya mudah berubah-ubah. Meskipun begitu, pihak sekolah tetap berusaha memahami kondisi A dan memberikan dukungan agar A tetap semangat untuk bersekolah.
“Kami sedia membantu dan Pak Wawali juga, insyaAllah sekolah ini mengerti membantu sampai dia lulus dari sekolah,” tambahnya.
Dalam pertemuan itu, Cak Ji juga berbincang dengan A, yang tampaknya berani mengungkapkan pemikirannya. A bahkan sempat berbicara tentang kondisi ekonomi Indonesia dan perang Amerika dengan teman-temannya.
Wakil wali kota yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu memuji kemampuan A dalam berkomunikasi dan mengingatkan orang tua untuk lebih memperhatikan kebutuhan khusus anaknya.
Cak Ji menegaskan bahwa tidak ada tindakan bullying yang terjadi. “Bukan ini bukan pembulian. Anaknya sudah memberi keterangan dengan jelas seperti itu. Cuma mungkin itu kurang perhatian orang tuanya,” ujar Cak Ji.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua agar A tetap melanjutkan pendidikan hingga lulus dari SD.
“Saya suruh sekolah dan anaknya ini masih ada kemauan sekolah,” pungkas Cak Ji, dengan memberikan semangat dan dukungan kepada A serta pihak sekolah untuk terus memfasilitasi kebutuhan pendidikan anak-anak inklusi. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











