Minggu
25 Oktober 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cak Eri: Pemkot Surabaya Pegang Teguh Prinsip Pencegahan Korupsi

pdip-jatim-240615-ec

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menyebut seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selalu memegang teguh prinsip pencegahan pada munculnya segala potensi praktik korupsi.

Hal tersebut disampaikan Eri untuk menanggapi munculnya data 343 aduan masyarakat terkait dugaan korupsi di Kota Surabaya pada 2020-2024 untuk wilayah Jawa Timur yang dipaparkan KPK, saat agenda Rapat Koordinasi Peningkatan Upaya Pemberantasan Korupsi bersama seluruh kepala daerah di wilayah Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (13/6/2024).

“Pengaduan tertinggi itu konteks-nya Kota Surabaya, bukan kami (pemkot). Instansi di sini itu banyak, ada pemkot, kementerian, provinsi juga,” kata Eri dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Jumat (14/6/2024).

Eri menyatakan apabila aduan tersebut menyasar Pemkot Surabaya, maka nilai “Monitoring Center for Prevention” (MCP) dari KPK tidak mungkin mencapai 97 poin atau peringkat pertama se-Jawa Timur untuk tahun 2023.

Selain MCP, dia menyatakan Survei Penilaian Integritas (SPI) untuk Pemkot Surabaya di tahun 2023 sebesar 79,57 persen.

Kendati demikian, Eri tak menampik bahwa terdapat aduan mengenai dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Surabaya tetapi jumlahnya tidak mencapai ratusan.

“Ada tapi sedikit jumlahnya, sekitar 30-an berapa gitu,” ujar Cak Eri, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan kebanyakan aduan dugaan korupsi yang masuk, yakni menyangkut percepatan pelayanan. Bahkan, ada ketua RW yang dilaporkan ke KPK.

“Sampai RW dilaporkan itu juga ada, sebenarnya RW (iuran) boleh saja ketika ada pembangunan, jalannya rusak dibangun. Tapi itu sampai dilaporkan ke sana,” sebut dia.

Hal itu, lanjut dia, menjadi tantangan tersendiri untuk lebih baik lagi dalam mencegah praktik korupsi ke depannya. Tidak hanya di lingkungan pemkot, tetapi di seluruh instansi pemerintahan yang berkantor di Surabaya.

“Ini menjadi tantangan kami bagaimana Surabaya bisa terus bergerak. Karena kalau orang tidak tahu Surabaya dikiranya hanya pemkot, padahal di Surabaya ini instansi banyak,” imbuhnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Dukung Gantangan Perkutut Trenggalek, Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

TRENGGALEK – Gantangan burung perkutut di Kabupaten Trenggalek berpotensi berkembang menjadi penggerak ekonomi ...
KRONIK

Kanang: Banteng Futsal League Mbah Kung Cup Bagian dari Konsolidasi Partai

NGAWI – Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 menjadi bagian dari konsolidasi PDI Perjuangan untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...
KRONIK

Gandrung Sewu 2026, saat Keanggunan Tradisi Berpadu dengan Kemegahan Teknologi Pertunjukan

BANYUWANGI – Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026, yang perdana digelar malam hari berlangsung megah, di ...
KRONIK

Bunda Nia Lepas Karnaval PAUD, Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter Anak

SUMENEP – Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat ...