TRENGGALEK – Bupati Moch Nur Arifin menyiapkan sejumlah 200 ribu benih ikan tawes yang akan disebar ke embung di beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Embung-embung itu terbentuk dari bekas galian tambang bahan baku genteng dan batu bata.
“Embungnya dulu bekas galian tambang tanah liat untuk bahan baku pembuatan genteng dan juga batu bata,” kata Arifn, Senin (5/4/2021).
Program menebar benih ikan tawes sudah dilakukan pada Kamis (1/4/2021) kemarin.
Saat itu, Arifin menebar sejumlah benih ikan tawes di bekas galian tambang yang kini telah terbentuk layaknya sebuah embung di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari.
Menurutnya, tambang setelah diambil rejekinya, alamnya tetap dijaga. Masyarakat setempat kemudian melakukan penghijauan dan juga membuat embung untuk menjaga pasokan air baku.
“Kemudian juga ada upaya menambah gizi, protein, melalui tebar ikan pada hari itu,” terang Nur Arifin.
Setelah ditabur benih ikan tawes, bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini minta apabila masyarakat sekitar embung nantinya menginginkan ikan tersebut, cukup dengan cara dipancing menggunakan kail.
“Jangan menggunakan setrum atau racun ikan, sebab itu nanti akan membunuh ikan yang masih kecil,” imbaunya.
Kalau ada ikannya, tambah dia, otomatis nanti jentik – jentik nyamuk yang ada di sekitar genangan bisa dijadikan makanan ikan.
“Dengan demikian tidak ada demam berdarah atau apapun yang disebabkan oleh genangan yang ada disini,” harap Mas Ipin, sapaan akrabnya.
Dia juga berharap agar masyarakat sekitar embung bisa mengelola sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai obyek kawasan wisata yang pada gilirannya nanti mampu menumbuhkan ekonomi baru.
“Makanya saya terima kasih sekali Desa Sukorejo sudah memberikan contoh, bagaimana mengelola bekas galian tambang,” ucapnya. (man)