MALANG – Bupati HM Sanusi mendorong Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang menjadi pelopor dalam mendukung pendidikan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat yang layak. Sejauh ini, sistem tata kelolanya perlu ada evaluasi perbaikan dan penataan ulang.
Hal ini disampaikan politisi PDI Perjuangan itu saat menghadiri acara sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (11/7/2025).
Yang harus dipahami anggota, kata Sanusi, kali pertama adalah soal anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART).
Menurutnya, AD-ART jadi landasan fundamental dalam menjalankan roda organisasi yang harus dipahami seluruh anggota.
Dokumen ini, kata Sanusi, bukan sekadar aturan formal, tetapi merupakan cerminan nilai-nilai dasar, semangat kebersamaan dan arah perjuangan Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang sebagai organisasi yang lahir dari semangat pengabdian.

”Dengan pemahaman yang baik, program kerja Dharma Wanita bisa terarah, dan akuntabel. Selain itu, kita akan mampu menjaga marwah organisasi agar tetap konsisten pada tujuan utamanya,” kata Sanusi.
Dengan mengimplementasikan AD-ART, program kegiatan kerja yang dilakukan tidak hanya normatif, namun juga dalam praktik nyata melayani masyarakat. Khususnya dalam pendidikan.
“Saya mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan tak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana. Tapi juga oleh kepemimpinan yang visioner, kerja sama yang solid, dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai dasar organisasi,” tuturnya.
Sebab itu, dia mendorong Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang agar melakukan pendataan di berbagai bidang. Mulai jumlah siswa, keanggotaan, gaji, hingga SPP sekolah. ”Harus didata semua, nanti disesuaikan dengan aturan,” kata Sanusi.
Meski begitu, dia mengapresiasi positif atas berbagai capaian dan kinerja selama ini. Sosialisasi ini menjadi bentuk komitmen Yayasan Dharma Wanita untuk terus membangun organisasi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










