Jumat
15 Mei 2026 | 3 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Maksimalkan Penanganan Banjir Kali Lamong

IMG-20211116-WA0022_copy_1200x676_1

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan percepatan penanggulangan banjir akibat luapan Kali Lamong.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Hal ini membuat Kali Lamong meluap dan menyebabkan banjir.

“Pemerintah daerah terus berikhtiar untuk terus melakukan mitigasi bencana, kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata Gus Yani.

Gus Yani menyebut, pemerintah tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi yang terpenting penanganan banjir. Namun, belum diketahui berapa lama durasi banjir tersebut.

“Kemudian, sarana penampungan sementara yang layak bagi korban banjir juga harus diperhatikan,” imbuh bupati yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada lalu.

Bupati milenial itu menyebut, upaya percepatan penanggulangan banjir Kali Lamong terus dilakukan. Kemudian, komunikasi dengan BBWS terkait izin kewenangan normalisasi.

“Alhamdulillah normalisasi sudah berjalan, di Cerme sudah berjalan. Di Balongpanggang dan Benjeng jangan sampai berminggu-minggu tapi tidak surut. Kalau memang bisa dalam 1×24 jam bisa surut, itu yang akan kita lakukan,” pungkasnya. 

Hingga hari ini, total 19 alat berat dari berbagai pihak dikerahkan untuk menormalisasi Kali Lamong. Bupati Yani juga menginstruksikan Dinas PUPR untuk menambah alat berat, jika masih kurang.

Pemkab Gresik bersama pejabat Forkopimda juga siaga terhadap La Nina yang potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung.

Berbagai upaya terus dilakukan. Terbaru,  melakukan koordinasi dengan Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Jawa Timur, Taufiq Hermawan.

Taufiq menyebut, La Nina bukan badai, tapi fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi. Termasuk di wilayah Kabupaten Gresik.

“Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70%, ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,” ujar Taufiq, Selasa (16/11/2021).

Sementara Kepala Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno menambahkan, La Nina paling tinggi pada September – November.

“Tapi biasanya pada bulan Desember-Februari merupakan puncak musim hujan,” imbuhnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kembalikan Citra Kota Malang sebagai Kota Bunga, Eko Herdiyanto Dorong Penguatan Ruang Hijau di Perbatasan

Eko Herdiyanto mendorong penguatan ruang hijau di perbatasan demi mengembalikan citra Kota Malang sebagai Kota ...
KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...