Selasa
15 September 2026 | 12 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Maksimalkan Penanganan Banjir Kali Lamong

IMG-20211116-WA0022_copy_1200x676_1

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan percepatan penanggulangan banjir akibat luapan Kali Lamong.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Hal ini membuat Kali Lamong meluap dan menyebabkan banjir.

“Pemerintah daerah terus berikhtiar untuk terus melakukan mitigasi bencana, kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata Gus Yani.

Gus Yani menyebut, pemerintah tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi yang terpenting penanganan banjir. Namun, belum diketahui berapa lama durasi banjir tersebut.

“Kemudian, sarana penampungan sementara yang layak bagi korban banjir juga harus diperhatikan,” imbuh bupati yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada lalu.

Bupati milenial itu menyebut, upaya percepatan penanggulangan banjir Kali Lamong terus dilakukan. Kemudian, komunikasi dengan BBWS terkait izin kewenangan normalisasi.

“Alhamdulillah normalisasi sudah berjalan, di Cerme sudah berjalan. Di Balongpanggang dan Benjeng jangan sampai berminggu-minggu tapi tidak surut. Kalau memang bisa dalam 1×24 jam bisa surut, itu yang akan kita lakukan,” pungkasnya. 

Hingga hari ini, total 19 alat berat dari berbagai pihak dikerahkan untuk menormalisasi Kali Lamong. Bupati Yani juga menginstruksikan Dinas PUPR untuk menambah alat berat, jika masih kurang.

Pemkab Gresik bersama pejabat Forkopimda juga siaga terhadap La Nina yang potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung.

Berbagai upaya terus dilakukan. Terbaru,  melakukan koordinasi dengan Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Jawa Timur, Taufiq Hermawan.

Taufiq menyebut, La Nina bukan badai, tapi fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi. Termasuk di wilayah Kabupaten Gresik.

“Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70%, ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,” ujar Taufiq, Selasa (16/11/2021).

Sementara Kepala Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno menambahkan, La Nina paling tinggi pada September – November.

“Tapi biasanya pada bulan Desember-Februari merupakan puncak musim hujan,” imbuhnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...