Sabtu
31 Oktober 2026 | 11 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Maksimalkan Penanganan Banjir Kali Lamong

IMG-20211116-WA0022_copy_1200x676_1

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan percepatan penanggulangan banjir akibat luapan Kali Lamong.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Hal ini membuat Kali Lamong meluap dan menyebabkan banjir.

“Pemerintah daerah terus berikhtiar untuk terus melakukan mitigasi bencana, kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata Gus Yani.

Gus Yani menyebut, pemerintah tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi yang terpenting penanganan banjir. Namun, belum diketahui berapa lama durasi banjir tersebut.

“Kemudian, sarana penampungan sementara yang layak bagi korban banjir juga harus diperhatikan,” imbuh bupati yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada lalu.

Bupati milenial itu menyebut, upaya percepatan penanggulangan banjir Kali Lamong terus dilakukan. Kemudian, komunikasi dengan BBWS terkait izin kewenangan normalisasi.

“Alhamdulillah normalisasi sudah berjalan, di Cerme sudah berjalan. Di Balongpanggang dan Benjeng jangan sampai berminggu-minggu tapi tidak surut. Kalau memang bisa dalam 1×24 jam bisa surut, itu yang akan kita lakukan,” pungkasnya. 

Hingga hari ini, total 19 alat berat dari berbagai pihak dikerahkan untuk menormalisasi Kali Lamong. Bupati Yani juga menginstruksikan Dinas PUPR untuk menambah alat berat, jika masih kurang.

Pemkab Gresik bersama pejabat Forkopimda juga siaga terhadap La Nina yang potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung.

Berbagai upaya terus dilakukan. Terbaru,  melakukan koordinasi dengan Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Jawa Timur, Taufiq Hermawan.

Taufiq menyebut, La Nina bukan badai, tapi fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi. Termasuk di wilayah Kabupaten Gresik.

“Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70%, ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,” ujar Taufiq, Selasa (16/11/2021).

Sementara Kepala Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno menambahkan, La Nina paling tinggi pada September – November.

“Tapi biasanya pada bulan Desember-Februari merupakan puncak musim hujan,” imbuhnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Usulkan Wayang Dikembangkan dengan AI agar Diminati Generasi Muda

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau ...
LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...