Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Luncurkan Program Kejar Paket untuk Fasilitasi 1.892 Anak Putus Sekolah

pdip-jatim-eksekutif-260722-gresik

GRESIK – Problem putus sekolah di Kabupaten Gresik menjadi perhatian khusus pemerintah.

Dalam hal ini tim penggerak PKK Kabupaten Gresik dan instansi terkait berupaya menuntaskan persoalan tersebut. Melalui program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah atau “JAKETKU”.

Program JAKETKU menyasar anak-anak Gresik yang putus sekolah agar mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda.

Program tersebut diluncurkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua Tim PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini. Acara dihadiri sejumlah anggota DPrD dan organisasi perangkat daerah.

Gus Yani menyampaikan, program tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam rangka mewujudkan perbaikan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Tadi saya sampaikan kepada peserta agar tidak perlu pesimis atau malu. Karena dengan hari ini mengikuti program JEKETKU ini merupakan langkah awal dan yakinlah bahwa tidak ada persiapan yang sia-sia,” ujar Gus Yani, Senin (25/7/2022).

Senada juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini. Bahwa gagasan program JAKETKU ini muncul saat TP PKK turun ke desa dan menemukan bahwa banyak dari anak-anak yang belum bisa menuntaskan pendidikannya.

Program JAKETKU ini merupakan jalur pendidikam non formal yang difasilitasi oleh pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah.

Didalamnya terdapat 3 paket yakni Paket A untuk kesetaraan tingkat SD, Paket B untuk kesetaraan tingkat SMP dan Paket C untuk kesetaraan tingkat SMA.

Data yang ada, terdapat 1.892 anak-anak Gresik yang terputus sekolahnya dan akan menjadi sasaran awal program JAKETKU. Dari total data tersebut, terdiri dari 8 anak yang terputus di tingkat pendidikan SD, 431 anak di tingkat SMP, dan 1.093 di tingkat SMA.

“Mereka akan kita fasilitasi mendapatkan akses dan kesempatan untuk meneruskan pendidikannya dengan proses melalui ujian dan sebagainya sehingga mendapatkan ijasah,” ujar Ning Nurul.

Melalui program JAKETKU, disamping membantu kualitas anak-anak, secara tidak langsung juga akan bisa mengangkat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Menurut data BPS tahun 2021, IPM Gresik adalah 76,50 menempati urutan ke-72 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia atau urutan ke-8 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. IPM ini dipengaruhi oleh angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah,” pungkasnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...