Rabu
12 Agustus 2026 | 2 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi Harap Program Kampung Nelayan KKP Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat

PDIP-Jatim Achmad Fauzi 03032026

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan program penataan kawasan, sekaligus langkah strategis mentransformasi kehidupan masyarakat nelayan.

“KNMP tidak hanya menjadi kawasan pemukiman nelayan yang tertata dengan baik, tetapi mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Fauzi.

Hal itu disampaikan Fauzi saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, mengunjungi Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (3/3/2026).

Kunjungan Menteri Trenggono menjadi penanda bahwa kawasan nelayan di ujung timur Kabupaten Sumenep itu masuk dalam peta prioritas pembangunan nasional. Desa Dapenda diproyeksikan menjadi pusat penguatan ekonomi pesisir berbasis produktivitas, hilirisasi dan kesejahteraan nelayan.

Menurut Fauzi, Sumenep memiliki dengan potensi kelautan dan perikanan sangat besar. Sumber daya laut melimpah, perairan luas, serta tradisi melaut yang kuat menjadi fondasi penting pengembangan sektor ini.

“Kami berharap program ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Pria yang menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap berkelanjutan dan bisa dinikmati generasi mendatang.

Sementara Menteri Trenggono menegaskan, KNMP dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.

“Program KNMP memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan produktivitas para nelayan di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Selain itu, tambah Menteri Trenggona, kualitas ikan menentukan harga jual. Dengan fasilitas penyimpanan dan distribusi yang baik, nelayan tidak lagi dirugikan akibat turunnya mutu hasil tangkapan.

“Ikan yang kualitasnya terjaga berdampak terhadap harga jual. Dengan dukungan sarana ini, mutu tangkapan bisa dipertahankan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan,” jelasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banteng DKI Jakarta Vs Jateng Skor 1:0, Talenta Muda Bermunculan

GRESIK – Banteng DKI Jakarta berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Banteng Jateng FC dalam lanjutan kompetisi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...