Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi Harap Program Kampung Nelayan KKP Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat

PDIP-Jatim Achmad Fauzi 03032026

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan program penataan kawasan, sekaligus langkah strategis mentransformasi kehidupan masyarakat nelayan.

“KNMP tidak hanya menjadi kawasan pemukiman nelayan yang tertata dengan baik, tetapi mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Fauzi.

Hal itu disampaikan Fauzi saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, mengunjungi Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (3/3/2026).

Kunjungan Menteri Trenggono menjadi penanda bahwa kawasan nelayan di ujung timur Kabupaten Sumenep itu masuk dalam peta prioritas pembangunan nasional. Desa Dapenda diproyeksikan menjadi pusat penguatan ekonomi pesisir berbasis produktivitas, hilirisasi dan kesejahteraan nelayan.

Menurut Fauzi, Sumenep memiliki dengan potensi kelautan dan perikanan sangat besar. Sumber daya laut melimpah, perairan luas, serta tradisi melaut yang kuat menjadi fondasi penting pengembangan sektor ini.

“Kami berharap program ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Pria yang menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap berkelanjutan dan bisa dinikmati generasi mendatang.

Sementara Menteri Trenggono menegaskan, KNMP dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.

“Program KNMP memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan produktivitas para nelayan di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Selain itu, tambah Menteri Trenggona, kualitas ikan menentukan harga jual. Dengan fasilitas penyimpanan dan distribusi yang baik, nelayan tidak lagi dirugikan akibat turunnya mutu hasil tangkapan.

“Ikan yang kualitasnya terjaga berdampak terhadap harga jual. Dengan dukungan sarana ini, mutu tangkapan bisa dipertahankan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan,” jelasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...