oleh

Bupati Anas Ajak Tokoh Agama Dakwahkan Optimisme di Tengah Pandemi

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak tokoh agama mendakwahkan optimisme di tengah masyarakat dalam menghadapi pagebluk Covid-19. Pasalnya, banyak pihak pesimistis bisa bangkit menghadapi efek domino pandemi yang melanda hampir seluruh dunia dan mengimbas berbagai sektor tersebut.

Menurut Anas, serba pesimistis tak menjadikan permasalahan cepat selesai. Justru akan mengakibatkan munculnya permasalahan baru.

“Kemarin saya minta tolong kepada jaringan Nahdlatul Ulama Banyuwangi untuk secara khusus menyampaikan dakwah optimisme di tengah masyarakat. Teman-teman pemuka agama yang lain juga kami mohon bisa menyampaikan optimisme kepada jamaahnya masing-masing,” ungkap Bupati Anas, Selasa (19/5/2020).

“Pada saat ini, semua orang mengeluh. Pemerintah jika boleh mengeluh, ya mengeluh. Tapi mengeluh saja tidak cukup,” tambah dia.

Saat ini, pihaknya berupaya sekuat tenaga untuk menghadapi pandemi Covid-19 secermat mungkin. Mulai dari mempersiapkan fasilitas kesehatan yang memadai, penyaluran jaring pengaman sosial seefektif mungkin, hingga mulai merancang pemulihan ekonomi dan sosial pasca Covid-19.

“Saat inilah, kita semua diuji. Mengeluh saja atau bertindak mencari solusi. Kami memilih yang kedua. Kami sudah seminggu ini turun langsung temui semua camat dan kepala desa di Banyuwangi untuk bersama-sama mencari solusi setiap ada permasalahan yang muncul,” ujarnya.

Tentu saja, tambah dia, di tengah upaya komponen pemerintah dari pusat hingga desa berjibaku mengatasi pandemi, perlu adanya dukungan masyarakat. Dukungan tersebut adalah sikap optimisme, bahwa semua bakal keluar dari Covid-19 dengan selamat.

“Kami ingin mengajak para kiai untuk bisa membangkitkan optimisme di tengah masyarakat. Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan untuk mengatasi ini. Kekompakan semua elemen adalah kunci dari keberhasilan kita keluar dari wabah ini,” jelas Anas.

Optimisme tersebut, lanjut Anas, dapat dirupakan dengan berbagai bentuk. Mulai upaya mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah preventif, menyalurkan aspirasi pada kanal yang tepat, hingga saling bahu membahu antar masyarakat.

“Optimisme yang perlu kita bangun adalah optimisme yang berorientasi pada solusi. Jika solusi yang ada masih terbatas, maka kita optimalkan semaksimal mungkin. Sembari mencari solusi lain atas kekurangan-kekurangan itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini menyambut baik gagasan Bupati Anas. Di tengah situasi yang serba sulit ini, memang membuat banyak orang disorientasi.

Menurut ulama yang biasa disapa Gus Makki ini, nyaris semua pihak terdampak. Baik yang terlihat nyata di mata umum, maupun yang tak kasat mata.

“Kami banyak menerima laporan, bagaimana masyarakat berkeluh kesah menghadapi situasi saat ini. Banyak para pekerja yang terpukul. Tapi, memang berkeluh kesah saja tak cukup. Berpangku tangan menunggu bantuan juga tidak solutif,” ungkap Gus Makki.

“Maka, gagasan Pak Bupati untuk mengajak masyarakat optimistis ini menarik. Kami berpikir, optimisme yang perlu dibangun di tengah situasi serba sulit ini adalah bagaimana membangun solidaritas di tengah masyarakat. Bagaimana satu sama lain saling tolong,” tuturnya. (goek)