Selasa
21 Juli 2026 | 10 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buka Economic Festival 2026, Bupati Blitar Tegaskan UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Rakyat

pdip jatim 260206 economic festival 1

BLITAR — Bupati Rijanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan saat secara resmi membuka Economic Festival 2026 di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kamis (5/2/2026).

Festival yang digelar selama tiga hari hingga 7 Februari 2026 ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperluas jangkauan promosi produk lokal Kabupaten Blitar.

Rijanto menekankan bahwa UMKM merupakan penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, Pemkab Blitar terus membuka ruang promosi, memperluas jejaring pemasaran, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah.

“UMKM adalah denyut nadi ekonomi masyarakat. Melalui Economic Festival ini, kami ingin memastikan produk-produk lokal Kabupaten Blitar mendapat ruang promosi yang layak dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional,” tegas Rijanto.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengapresiasi penyelenggaraan Economic Festival 2026 yang bertepatan dengan peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendampingi umat dalam penguatan ekonomi berbasis nilai keagamaan.

“Satu abad Nahdlatul Ulama adalah perjalanan panjang penuh pengabdian. Semoga NU semakin kokoh, semakin luas manfaatnya, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun umat dan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rijanto menilai pemilihan Kampung Coklat sebagai lokasi festival merupakan keputusan tepat. Destinasi wisata edukasi unggulan Kabupaten Blitar tersebut dinilai mampu mengintegrasikan sektor pariwisata dengan pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM.

“Kampung Coklat bukan hanya ikon wisata, tetapi juga ruang edukasi dan ekonomi. Saya berharap lokasi ini menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” harap kader PDI Perjuangan itu.

Economic Festival 2026 yang diselenggarakan PW NU Jawa Timur menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, talkshow ekonomi dan kewirausahaan, hingga Ngaji Bareng. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan nilai spiritual dan kebersamaan.

Pembukaan festival turut dihadiri jajaran pengurus PW NU Jawa Timur, Wakapolres Blitar, Asisten dan Kepala Perangkat Daerah, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Blitar, pimpinan PCNU Kabupaten Blitar, Muspika Kecamatan Kademangan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Melalui momentum ini, Bupati Rijanto menegaskan Pemkab Blitar akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat demi mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...