Minggu
14 Juni 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Blusukan ke Pelosok Malang Barat, Sanusi Sapa Petani Milenial

pdip-jatim-241009-kampanye-ngantang-1

MALANG – Calon Bupati Malang yang diusung PDI Perjuangan, Sanusi mengunjungi Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang. Di wilayah barat yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Kediri tersebut, cabup petahana itu menemui petani milenial di kawasan Agro Jeruk.

Kedatangan politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Abah Sanusi itu disambut ratusan petani jeruk yang rata-rata masih berusia muda.

Abah Sanusi juga menyuntikkan semangat kepada mereka agar terus produktif dalam mengelola kekayaan alam dan pertanian di sekitarnya.

Menurutnya, tantangan dalam pengembangan pertanian yang harus dihadapi nanti adalah dengan penggunaan teknologi. Dia yakin selain dampak kuantitas dan kualitas, situasi itu akan membuka potensi pekerjaan baru lebih banyak lagi.

Cabup Sanusi berkomitmen melanjutkan program pendampingan bagi petani milenial di Kabupaten Malang. “PR selanjutnya nanti agar produk pertanian kita bisa semakin banyak lagi yang bisa menembus pasar internasional,” ungkap Sanusi, Rabu (9/10/2024).

Sejauh ini, kata Sanusi, sudah banyak petani milenial di Kabupaten Malang yang sukses menembus pasar ekspor. Seperti produk garam di Malang Selatan yang diekspor ke Jepang, Korea hingga Belanda.

“Ke depan, jika saya kembali terpilih, beragam potensi kita ini harus dioptimalkan lagi. Terutama bagi para petani milenial, generasi penerus kita ini,” tandasnya.

Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Lathifah itu juga berkunjung ke sentra pertanian bawang merah, di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang. Ia berkunjung ke lokasi program binaannya Development of Integrated Farming System (UPLAND).

Program yang dirintisnya bersama petani itu mencanangkan pertanian terpadu mandiri. Mulai on-farm atau hulu seperti pembibitan sampai hasil panen hingga off-farm atau hilir.

Total ada dua desa di sana yang menjadi pilot project bawang merah seperti di Desa Purworejo dan Desa Banjarejo.

Hasilnya, setiap masa panen raya, mereka mampu menghasilkan bawang merah sekitar 1.000 ton per 100 hektare (Ha), dari luas lahan yang tersedia di dua desa itu sekitar 2.525 hektare selama tiga bulan sekali.

“Saya bangga sekali dengan kemajuan ini. Nanti saya harap semua bisa mulai melek IT, agar saat panen raya nanti tidak lagi perlu perang harga dengan bawang merah dari Thailand,” ucapnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siap Copot Kepala Dinas Jika Ada Kelalaian Proyek yang Tewaskan Warga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah duka korban kecelakaan di kawasan proyek saluran air Margorejo. Eri ...
KRONIK

PDIP Jatim Dorong Duet Indah-Yudha Tetap Dipertahankan Pimpin Lumajang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten ...
KABAR CABANG

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang ...
LEGISLATIF

Widarto Soroti Aksi Petani Bagikan Timun Gratis, Desak Pemkab Jember Benahi Tata Kelola Pertanian

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto merespons aksi petani yang membagikan timun gratis akibat harga anjlok hingga Rp500 ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Respons Aspirasi Pelaku Budaya, Dorong Penguatan Legalitas DKD Kota Kediri

Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid merespons aspirasi pelaku budaya terkait legalitas Dewan Kebudayaan ...
LEGISLATIF

Reses, Warga Ngariboyo Magetan Usul Pelebaran Jalan Hingga Peralatan Pesta

MAGETAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan, ...