Sabtu
29 Agustus 2026 | 3 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Biar Rakyat yang Menilai Keputusan Emil Dardak”

pdip-jatim-hasto-bulak-banteng1

JAKARTA – PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Emil Dardak dalam Pilkada Trenggalek dua tahun lalu menyatakan menghormati pilihan Emil yang maju jadi calon wakil gubernur Jawa Timur bersama Khofifah Parawansa.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, rakyat Trenggalek dan Jawa Timur sendiri yang bisa menilai keputusan Emil tersebut.

“Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memilih dan dipilih. Pilihan Emil Dardak sah-sah saja. Sebagai seorang yang lama berpendidikan barat wajar jika memandang proses kepemimpinan sebagai proses loncatan karier sebagai hak individu sebagaimana diagungkan di Barat,” kata Hasto Kristiyanto, Selasa siang.

Menurut Hasto, menjadi Bupati Trenggalek memang tidak mudah. Ketika mendukung pencalonan Emil Dardak, PDI Perjuangan melihat bahwa yang bersangkutan punya semangat untuk membangun kabupaten yang dikenal penuh tantangan, untuk memajukan daerah yang memiliki problem, sebagai daerah tertinggal dan terisolir.

“Saat itu kami menghargai semangat anak muda yang ingin membangun kampung halamannya,” kenang Hasto.

Oleh karena semangat membangun Trenggalek itulah, PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai lainnya, bertekad mengusung Emil. Bahkan pasangan Emil, yakni Wakil Bupati Nur Arifin merupakan wakil dari PDI Perjuangan.

“Persoalan kemudian, dia berubah dan memilih  untuk mencalonkan diri. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Trenggalek. Biarkan rakyat yang menilai, sebab rakyatlah berdaulat di dalam memilih pemimpin,” ujar Hasto

PDI Perjuangan yang sejak awal mengusung Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas, menurutnya karena bagian dari kesadaran sejarah dan kultural untuk bersama NU berkomitmen menampilkan kontestasi gagasan terbaik untuk masa depan  Jawa Timur.

“Gus Ipul sangat berpengalaman luas, dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang dikenal sangat patriotis untuk bangsa dan negara,” paparnya.

Dengan munculnya pasangan baru, Hasto memperkirakan pilkada Jawa Timur semakin menarik. “Berkompetisi dengan Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil memberikan seni tersendiri dalam strategi,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...