Sabtu
11 April 2026 | 12 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bertemu KNTI dan HNSI, Ganjar Pastikan Regulasi Kelautan Berpihak pada Nelayan

PDIP-Jatim-Ganjar-10122023

JAKARTA – Calon Presiden (Capres) 2024, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa regulasi di bidang kelautan ke depan harus berpihak pada nelayan. Regulasi yang dianggap tumpang tindih dan merugikan nelayan harus dikaji atau direvisi.

Hal itu disampaikan Ganjar usai menemui ratusan nelayan dari berbagai wilayah Indonesia di kediamannya, Patra Kuningan Jakarta, Minggu (10/12/2023). Ratusan nelayan yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu berasal dari Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung.

Sejumlah persoalan disampaikan para nelayan kepada Ganjar dalam pertemuan itu. Satu di antaranya terkait aturan zonasi. Nelayan menyebut, selama ini aturan zonasi justru merugikan mereka. “Kami minta kepada Pak Ganjar, ketika beliau jadi presiden agar aturan itu direvisi,” ucap Wakil Ketua KNTI, Sugeng Nugroho.

Sugeng mencontohkan, dalam PP 11/2021 tentang Zonasi Penangkapan Ikan, nelayan dibatasi melaut pada titik 573/572 atau kira-kira 200 mil laut. Padahal, laut Indonesia sangat luas, yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh nelayan dalam negeri, bukan nelayan asing.

Selain itu, ada juga PP 85/2023 tentang Penangkapan Terukur. Dalam aturan itu, ditetapkan kuota nelayan. Jika kuota sudah penuh, maka nelayan tidak boleh melaut. “Jelas ini merugikan kami. Kami minta aturan itu dihapus dan nelayan dibebaskan untuk melaut karena bisa meningkatkan pendapatan bagi negara,” tegasnya.

Selain terkait zonasi melaut, banyak hal yang disampaikan para nelayan kepada Ganjar. Mulai kemudahan perizinan kapal, perbaikan jalur perahu, bahan baku solar bersubsidi, bantuan alat tangkap dan lainnya.

Sementara itu, Ganjar mengapresiasi dan menyambut baik aspirasi dari para nelayan. Semua aspirasi dia tampung untuk dijadikan pegangan dalam menentukan kebijakan ke depan.

“Tadi teman-teman nelayan menyebutkan banyak aturan atau regulasi yang dianggap tidak pro ke nelayan. Maka ke depan, regulasi dan aturan itu perlu kita kaji ulang,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga sepakat, perizinan harus dipermudah. Ke depan, perizinan cukup dengan KTP dan menggunakan sistem digital sehingga lebih mudah.

“Termasuk soal BBM bersubsidi, kita harus memenuhi itu. Intinya, kita harus libatkan mereka dalam setiap pengambilan keputusan agar regulasi kelautan kita ke depan berpihak pada nelayan,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tuntas Musancab, DPC Kota Pasuruan Pastikan Komposisi PAC Akomodir Senior dan Kader Muda

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan siap all out melaksanakan kerja-kerja politik kerakyatan melalui ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Libatkan Tokoh Lintas Agama di Kepengurusan PAC

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk gas pol memperkuat struktur partai ...
KRONIK

Untari: Aplikasi Parenting Bisa Jadi Solusi Orang Tua Awasi Anak di Era Digital

SURABAYA — Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menekankan pentingnya peran orang tua ...
SEMENTARA ITU...

Gowes ke Kantor, Cara Ketua DPRD Ngawi Menjawab Imbauan Hemat Energi

NGAWI – Pagi itu, suasana jalanan Ngawi belum terlalu padat. Di antara lalu lalang kendaraan bermotor, seorang pria ...
KABAR CABANG

Usai Musancab, DPC Sidoarjo Siap Tuntaskan Musyawarah Ranting di 346 Desa/Kelurahan Akhir Juni 2026

SURABAYA — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Hari Yulianto menegaskan ...
HEADLINE

PDIP Jatim Apresiasi Dominasi Anak Muda dan Perempuan di PAC, Energi Baru Partai Menguat

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengapresiasi dominasi anak muda dan perempuan dalam komposisi ...