TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersepeda keliling kota bersama jajaran Forkopimda, Senin (5/7/2021) malam. Selain memastikan pembatasan aktivitas juga sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“Sepanjang jalan sudah banyak toko-toko yang sudah tutup, warung makan kebanyakan sudah take away, terus ini kita di pusat-pusat perbelanjaan kita tempelkan imbauan, pemberitahuan, sehingga sosialisasi bisa lebih masif,” ungkap Bupati Nur Arifin, Selasa (6/7/2021).
Menurutnya, di awal pemberlakuan PPKM Darurat ini, terlihat masih ada beberapa toko yang masih buka melebihi batas jam malam. Sebab, masih ada masyarakat yang belum mengetahui ketentuan dalam PPKM Darurat yang berlaku mulai 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.
“Masih ada yang buka. Makanya langsung kita kunjungi, terus langsung kita tempel pemberitahuannya. Kita akan cek lagi, kalau masih seperti ini akan kita kenakan sanksi,” jelasnya.

Pihaknya mengakui, penerapan kebijakan PPKM Darurat mungkin kurang dapat diterima masyarakat.
Tapi, menurut bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini, lebih baik selama PPKM Darurat masyarakat bisa menahan diri demi memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Dari pada terus kemudian kita enak-enakan tetapi situasi makin memburuk, makin banyak jatuh korban, kita tidak menginginkan ini semua,” ujar Nur Arifin.
“Jadi kita minta dukungannya, ini gotong royong kita, ini perjuangan kita bersama, stay at home, batasi aktivitas kalau tidak perlu dan patuhi segala aturan dalam PPKM darurat ini,” tuturnya. (man/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










