Jumat
21 Agustus 2026 | 7 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Berantas Terorisme, Gus Falah: Pangkas Bibit Radikalisme Mulai Sekarang

pdip-jatim-nasyirul-falah1

JAKARTA – Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru mengatakan, peristiwa bom bunuh diri di Medan mengindikasikan sel-sel radikalisme dan terorisme sampai hari ini semakin menyebar dan semakin ingin menunjukkan eksistensinya.

Para teroris itu selalu menyasar aparat keamanan sebagai penopang utama keamanan negara. Pria yang akrab disapa Gus Falah ini pun menegaskan bibit radikalisme harus dipangkas guna memberantas terorisme.

Menurutnya, menangkal bentuk terorisme harus menggunakan berbagai macam cara. Yang paling utama adalah mengurangi dan memangkas bibit radikal itu sendiri.

Baca juga: Prihatin Bom Bunuh Diri, Puan Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

“Jika kita tidak bisa mengikis paham radikal dari sekarang maka di tahun tahun ke depan akan selalu muncul masalah yang sama dan bahkan bisa lebih sporadis,” tegas Gus Falah, Rabu (13/11/2019).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menjelaskan, pemerintah sudah berupaya merangkul semua elemen bangsa guna menanggulangi masalah radikalisme ini.

“Tentunya, pemerintah harus semakin aktif mengajak dialog ormas Islam yang selama ini turut serta berjuang membasmi ideologi radikal tersebut,” tuturnya.

PBNU sendiri mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/1/2019) tersebut. “Mengecam segala bentuk dan tindakan kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku pengeboman dan bom bunuh diri,” kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Menurut dia, segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan apa pun, termasuk dakwah, bukan mencerminkan ciri Islam yang rahmatan lil alamin.

“Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” kata dia.

Helmy menegaskan, aksi bom bunuh diri bukan termasuk ke dalam jihad. Bom bunuh diri juga bukan menjadi perintah agama.

Menurutnya, jihad dalam Islam adalah segala bentuk tindakan untuk memuliakan manusia, misalnya orang tua yang menafkahi keluarganya. Helmy pun mendorong agar aparat kepolisian mengusut tuntas motif dan akar pelaku bom bunuh diri itu.

“Harus ada upaya serius dan intensif untuk mengungkap persoalan tersebut,” ucapnya.

Dia pun minta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Selain itu, ia berharap, masyarakat dapat mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat keamanan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Wabup Antok Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Sengon Hill Ngawi

NGAWI – Kawasan Sengon Hill, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Kamis (20/8/2026) pagi, menjadi titik ...
EKSEKUTIF

2 Kasus Kekerasan Seksual Anak, Eri Perintahkan Semua Panti Asuhan di Surabaya Diverifikasi

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi memerintahkan seluruh panti asuhan di Kota Surabaya diverifikasi dan didata ulang ...
KRONIK

Fery Minta Generasi Tua Kenalkan Tradisi kepada Gen Z agar Tak Putus di Tengah Jalan

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta orang tua aktif mengenalkan tradisi kepada anak-anak dan Gen Z ...
KRONIK

Bupati Ipuk Puji Hilirisasi Kerajinan Bambu Desa Gintangan yang Mampu Perkuat Ekonomi dari Bawah

BANYUWANGI – Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Untuk ...
LEGISLATIF

Yudi Perjuangkan Aspirasi Warga Tanggung Direalisasikan melalui APBD 2027

BLITAR – Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Yudi Meira memastikan aspirasi warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan ...
OLAHRAGA

Semifinal Soekarno Cup 2026 Hari Ini, Wasit Liga 1 dan VAR Pastikan Laga Berjalan Profesional

SURABAYA – Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan standar ...