Sabtu
05 September 2026 | 3 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bencana Ekologis Landa Sumatera, PDIP Minta Pemerintah Moratorium Izin Alih Fungsi Hutan Jadi Sawit

pdip-jatim-250904-djarot

PALANGKA RAYA – PDI Perjuangan mendesak pemerintah untuk menghentikan secara total atau menerapkan moratorium terhadap pemberian izin alih fungsi hutan menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit.

Permintaan ini disampaikan menyusul bencana ekologis yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk menghentikan izin alih fungsi hutan menjadi industri ekstraktif, termasuk perkebunan kelapa sawit.

“Sawit ini tanaman yang arogan, dia menyerap air luar biasa tapi enggak bisa menyimpan, sebaiknya dilakukan moratorium, untuk menghentikan alih fungsi lahan,” ujar Djarot saat diwawancarai wartawan di sela Konferda PDI Perjuangan Kalteng di Hotel Bahalap, Palangka Raya, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Said Abdullah: Pemerintah Bisa Gunakan Dana on Call Rp 4 T untuk Penanganan Bencana Sumatera

Djarot menjelaskan bahwa akar masalah bencana yang terjadi di Sumatera tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat. Menurutnya, cuaca hanya berfungsi sebagai faktor pencetus bencana, sementara akar masalahnya adalah alih fungsi lahan.

“Ada jutaan luasan lahan yang dilakukan alih fungsi, tidak bisa sawit disamakan dengan pohon di hutan, seperti ulin, kelapa, akasia, meranti, itu berbeda,” jelasnya.

Politisi yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara pada Pilkada 2024 ini mengingatkan pentingnya tindakan tegas terhadap korporasi nakal. Dia menekankan perlunya memeriksa pemilik-pemilik korporasi dan menutup usaha yang melanggar.

“Perusahaan-perusahaan yang melanggar seperti ini, itu diperiksa, dan kalau perlu usahanya ditutup,” tegasnya.

Djarot menilai bencana banjir merupakan akibat dari kerusakan alam yang dilakukan oleh korporasi besar.

“Pihak yang merusak alam adalah korporasi-korporasi besar yang melakukan alih fungsi lahan gila-gilaan untuk kegiatan industri ekstraktif sumber daya alam seperti sawit, pertambangan, dan perkebunan,” katanya.

Dia juga menyoroti bahwa kerusakan yang terjadi sangat parah, mulai dari Aceh hingga Sumatera Barat, bahkan ada desa yang hilang tersapu.

Setelah konferensi daerah di Sumatera Utara, Djarot menyatakan bahwa PDIP sepakat untuk mengambil sikap politik yang menuntut pemerintah bertindak tegas terhadap korporasi yang merusak hutan dan menutup perusahaan tersebut.

“Kemerdekaan yang kita perjuangkan dengan tetesan air mata, kenapa jadi begini. Sekarang kita harus introspeksi diri, melihat apa yang sudah kita perbuat,” tegasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...