Selasa
26 Mei 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bencana Ekologis Landa Sumatera, PDIP Minta Pemerintah Moratorium Izin Alih Fungsi Hutan Jadi Sawit

pdip-jatim-250904-djarot

PALANGKA RAYA – PDI Perjuangan mendesak pemerintah untuk menghentikan secara total atau menerapkan moratorium terhadap pemberian izin alih fungsi hutan menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit.

Permintaan ini disampaikan menyusul bencana ekologis yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk menghentikan izin alih fungsi hutan menjadi industri ekstraktif, termasuk perkebunan kelapa sawit.

“Sawit ini tanaman yang arogan, dia menyerap air luar biasa tapi enggak bisa menyimpan, sebaiknya dilakukan moratorium, untuk menghentikan alih fungsi lahan,” ujar Djarot saat diwawancarai wartawan di sela Konferda PDI Perjuangan Kalteng di Hotel Bahalap, Palangka Raya, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Said Abdullah: Pemerintah Bisa Gunakan Dana on Call Rp 4 T untuk Penanganan Bencana Sumatera

Djarot menjelaskan bahwa akar masalah bencana yang terjadi di Sumatera tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat. Menurutnya, cuaca hanya berfungsi sebagai faktor pencetus bencana, sementara akar masalahnya adalah alih fungsi lahan.

“Ada jutaan luasan lahan yang dilakukan alih fungsi, tidak bisa sawit disamakan dengan pohon di hutan, seperti ulin, kelapa, akasia, meranti, itu berbeda,” jelasnya.

Politisi yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara pada Pilkada 2024 ini mengingatkan pentingnya tindakan tegas terhadap korporasi nakal. Dia menekankan perlunya memeriksa pemilik-pemilik korporasi dan menutup usaha yang melanggar.

“Perusahaan-perusahaan yang melanggar seperti ini, itu diperiksa, dan kalau perlu usahanya ditutup,” tegasnya.

Djarot menilai bencana banjir merupakan akibat dari kerusakan alam yang dilakukan oleh korporasi besar.

“Pihak yang merusak alam adalah korporasi-korporasi besar yang melakukan alih fungsi lahan gila-gilaan untuk kegiatan industri ekstraktif sumber daya alam seperti sawit, pertambangan, dan perkebunan,” katanya.

Dia juga menyoroti bahwa kerusakan yang terjadi sangat parah, mulai dari Aceh hingga Sumatera Barat, bahkan ada desa yang hilang tersapu.

Setelah konferensi daerah di Sumatera Utara, Djarot menyatakan bahwa PDIP sepakat untuk mengambil sikap politik yang menuntut pemerintah bertindak tegas terhadap korporasi yang merusak hutan dan menutup perusahaan tersebut.

“Kemerdekaan yang kita perjuangkan dengan tetesan air mata, kenapa jadi begini. Sekarang kita harus introspeksi diri, melihat apa yang sudah kita perbuat,” tegasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Genjot Produktivitas Petani, Rijanto Tekankan Pentingnya Peremajaan Lahan Tebu 

Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...