Baru 2 Hari Digelar, Transaksi di Batu International Orchid Show 2022 Tembus Rp 3,3 M

 287 pembaca

BATU – Ribuan warga dan pencinta anggrek tumpah ruah memadati Balai Kota Among Tani untuk menghadiri Event Batu International Orchid Show 2022, Minggu (25/9/2022).

Kegiatan yang berlokasi di lapangan parkir Balai Kota Among Tani Batu diselenggarakan mulai 24 September hingga 2 Oktober.

Tidak tanggung-tanggung pameran ini ikuti lebih dari 118 stan anggrek dengan 16 display nasional dan 4 internasional.

Bahkan peserta juga berasal dari luar provinsi seperti Bali, Kalimantan Tengah, Jambi hingga Papua hingga luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Melalui Batu International Orchid Show ini semoga menjadi motivasi bagi petani anggrek dan diharapkan mampu mengenalkan potensi tanaman hias di Kota Batu di mata dunia. Mengingat banyak warga Batu yang berhasil dan sukses menjadi pembudidaya anggrek seperti Kelurahan Dadaprejo,” ungkap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Dewanti mengatakan, bahwa ini adalah kali kedua pihaknya menyelenggarakan event Batu International Orchid Show 2022. Antusiasme masyarakat dan pecinta anggrek untuk hadir dalam kegiatan ini, terangnya, juga sangat luar biasa.

Selama dua hari pelaksanaan festival, pada tanggal 24-25 September 2022, pihaknya mencatat setidaknya telah terjadi perputaran uang sebanyak Rp 3,3 miliar.

“Selama dua hari saja, sudah ada transaksi sekitar Rp 3,3 miliar lebih yang berputar di pameran ini. Semoga Kota Batu bisa menjadi pusat anggrek di Indonesia” harap Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi yang hadir saat pembukaan pameran memberikan apresiasi kepada para komunitas petani anggrek dan Pemkot Batu yang telah berhasil menyelenggarakan event berkelas internasional.

Menurutnya, potensi dan keanekaragaman varietas bunga anggrek yang dimiliki Kota Batu harus menjadi penggerak roda penggerak perekonomian masyarakat terutama petani.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan tadi dilaporkan juga transaksinya sudah mencapai lebih dari Rp 3 miliar,” sebut Kusnadi.

“Dan ini menjadi satu prospek yang sangat baik bagi para petani anggrek yang ada di Kota Batu,” ujar legislator yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini. (ace/pr)