Banteng Surabaya Siap Kawal Kasus Kekerasan terhadap ART

 13 pembaca

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Anas Karno prihatin sekaligus menyayangkan terjadinya kasus penganiayaan asisten rumah tangga (ART) berinisial EAS (45) oleh majikannya yang tinggal di kawasan Jalan Raya Manyar, Surabaya.

Anas minta dinas terkait merawat EAS sementara waktu dan menegaskan dirinya siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

Baca juga: Bawakan Boneka untuk Bocah Korban Penganiayaan, Armuji Minta Kasus Segera Diusut Tuntas

“Apabila memang ada hubungannya dengan permasalahan hukum, supaya diselesaikan secara hokum. Saya siap mengawal dan mendampingi kasus ini,” kata Anas, Minggu (9/5/2021).

Informasi terakhir, sebutnya, kasus ini sudah mulai diselidiki Polrestabes Surabaya. EAS pun telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk perawatan lebih lanjut mengingat kondisi kesehatan EAS mulai menurun.

Sementara putri korban berusia 10 tahun yang tinggal di rumah majikan, saat ini juga telah berhasil diamankan.

Dia menjelaskan, saat terakhir kali menjenguk EAS kemarin lusa, kondisinya nampak lemas. Punggungnya masih sakit, pahanya nampak ada bekas setrika melepuh, dan bekas lecet lain ditemukan di punggung yang disebabkan pukulan benda tumpul.

“Bahkan sampai kesulitan berjalan. Jadi saat kemarin bertemu, beliau menggunakan kursi roda,” ungkapnya.

Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini pun sudah minta kepada dinas terkait untuk merawat keadaan yang bersangkutan.

“Harapan saya Pemkot ikut membantu maksimal dalam penanganan kesehatan korban. Juga setelah sembuh total ke depan, agar diberi tempat tinggal yang mana itu Pemkot harus ikut peduli,” tandasnya.

Anas berharap kejadian serupa tak terulang. Dia berpesan agar majikan dan ART untuk saling menghargai dan tidak saling terlibat tindak kekerasan.

“Harus ada kesadaran penuh dari masing-masing untuk saling menghargai dan menghormati. Saya harap kasus seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya. (dhani/pr)