oleh

“Bangsal-bangsal Perawatan Covid Mulai Kosong Bukan Alasan Longgarkan Perang”

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani minta semua pihak tidak lengah menghadapi perkembangan kasus Covid-19. Secara khusus, dia minta pemerintah mencermati peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara lain.

“Peningkatan kasus seperti di India setelah penularan kasus dilaporkan menurun,  jangan sampai terjadi di Indonesia. Di beberapa negara juga mulai ada peningkatan kasus yang sama, kurva penularan naik lagi,” ungkap Puan, Rabu (14/4/2021).

Pengalaman-pengalaman beberapa negara di mana kasus penularan kembali meningkat, menurut Puan, harus jadi pelajaran bagi pemerintah dalam penanganan covid-19.

“Meski sudah ada vaksinasi, jangan lengah dengan melonggarkan kebijakan. Jangan ambil risiko yang memicu peningkatan kasus,” tegas legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Puan memberi perhatian khusus pada perkembangan penanganan Covid-19. Sebab dia melihat ada semacam euphoria setelah belakangan penularan kasus tercatat menurun. 

“Kita gembira mendengar bangsal-bangsal perawatan mulai kosong, tenaga kesehatan mulai bisa bernapas. Tapi itu bukan alasan untuk melonggarkan perang melawan Covid-19,” ujarnya.

Puan yang memperoleh suara terbanyak pada Pileg 2019 meminta pemerintah pusat dan jajaran di bawahnya terus disiplin menegakkan protokol kesehatan, apalagi di tengah banyaknya acara keagamaan di bulan Ramadhan ini.

“Kewajiban memakai masker dan menjaga jarak serta membatasi kerumunan harus dijalankan secara disiplin. Masyarakat juga harus disiplin,” ujar Puan.

Dia pun mengingatkan pemerintah agar konsisten dengan kebijakan larangan mudik tahun ini. Sebab mudik bisa jadi pemicu naiknya angka penularan kasus Covid-19.

“Atur sampai hal yang detail. Jangan sampai ada larangan, tapi mobilitas warga untuk berlebaran di kampung tetap tinggi,” pungkasnya. (goek)

Komentar