PONOROGO – Tumpukan sampah yang menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) Mrican, Kecamatan Jenangan, menjadi permasalahan yang serius bagi Pemkab Ponorogo. Untuk mengatasi banyaknya sampah yang semakin menumpuk itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, berinovasi untuk mengelola sampah menjadi bahan bakar alternatif, yakni briket.
Briket ini berbahan dasar sampah yang sulit diolah seperti plastik, pampers, dan lain-lain. Selain bisa menjadi sumber ekonomi, briket juga dinilai dapat mengurangi volume sampah di TPA Mrican yang makin hari tak mampu menampung banyaknya sampah.
Menurut Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, sampah di Ponorogo selalu menimbulkan masalah. Solusi akhirnya hanya pembuangan di TPA yang menyebabkan keterbatasan lahan. Karena itu, solusinya adalah dengan mengolah sampah menjadi briket.
Bupati dari PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, dalam satu hari sampah yang mampu diolah bisa mencapai hingga 30 ton perhari. Sementara 4,5 ton sampah dapat dijadikan 1,5 ton briket. Pemasarannya pun juga bekerjasama dengan banyak pihak.
“Untuk pemasaran kita sudah bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai pabrik kertas, plastik hingga pabrik pupuk,” ujar Kang Giri saat mengunjungi TPA Mrican, Senin (13/9/2021).
Dengan adanya teknologi ini, Kang Giri berharap dapat menyelesaikan persoalan sampah sekaligus memiliki nilai ekonomis dengan menjadikan Ponorogo zero waste.
“Harapannya nanti lambat laun tumpukan sampah yang menggunung di TPA Mrican akan hilang sehingga menjadikan Ponorogo zero waste,” imbuhnya.
Seperti diketahui TPA Mrican yang memiliki luas hanya 1,8 hektar, setiap hari harus mendapat kiriman sampah hingga 90 ton. Hal itu membuat TPA overload, sehingga direncanakan tahun 2022 nanti akan menambah lokasi seluas lebih dari 2 hektar. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS