Sabtu
06 Juni 2026 | 1 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Bencana, Pemkot Madiun Pangkas 70% Pohon Tinggi hingga Cek Sungai

pdip-jatim-eksekutif-281021-kota-madiun-a1

KOTA MADIUN – Menyikapi kemungkinan potensi bencana alam yang terjadi di musim penghujan, Pemkot Madiun melakukan langkah-langkah antisipasi dan mempersiapkan diri sedini mungkin.

Seperti yang dilakukan di Ngrowo Bening, Rabu (27/10/2021). Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, OPD terkait dan relawan terlibat langsung dalam persiapan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Beragam cara menghadapi bencana diperagakan oleh petugas. Seperti bagaimana ketika terjadi kebakaran, banjir, ataupun memberi pertolongan pertama kepada korban bencana. Pun, dapur umum juga disiagakan sebagai salah satu unsur pendukung yang vital manakala terjadi bencana.

‘’BMKG sudah menyampaikan akan ada hujan lebat. Bahkan, disertai angin dan petir. Karenanya, kita juga harus siap. Petugas kita turunkan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai Apel Kesiapsiagaan Bencana di Ngrowo Bening.

Maidi menegaskan, petugas akan langsung bergerak sesuai tupoksi masing-masing. Mulai pengecekan aliran sungai, pengecekan pohon-pohon besar, dan potensi kebencanaan lainnya.

Wali Kota dari PDI Perjuangan ini menyebut potensi bencana masih tetap ada di Kota Madiun. Mulai banjir hingga pohon tumbang. Namun, pemerintah terus berupaya mengambil langkah antisipasi.

‘’70 persen pohon yang tinggi-tinggi sudah kita pangkas. Sudah kita rapikan tidak lebih dari 7 meter. Ini untuk antisipasi pohon tumbang,’’ ungkapnya sembari menyebut ada 400 personil gabungan yang dilibatkan.

Sementara itu, pembangunan tangkis di sejumlah titik aliran sungai juga dikebut. Maidi berharap pembangunan sudah beres sebelum hujan turun. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah, lanjutnya, sering kali menjadi penyebab banjir di sejumlah titik.

‘’Petugas kita siapkan, peralatan dan infrastruktur kita lengkapi, sedang masyarakat juga terus kita imbau agar ikut menjaga lingkungan,’’ ujarnya.

Terkait wilayah rawan, Maidi menyebut masih di wilayah timur dan utara. Yakni, kiriman air dari Gunung Wilis dan Ponorogo. Seperti diketahui, aliran sungai bengawan juga terhubung dengan di Ponorogo. Karenanya, pembersihan sampah di bengawan juga terus dilakukan.

‘’Bencana bisa datang kapan saja. Prinsipnya, kita yang harus siap dan waspada,’’ pungkasnya. (ant/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...