Sabtu
19 September 2026 | 5 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Andreas Optimis Indonesia Mampu Jadi Pusat Ekonomi Syariah Global

pdip jatim 230807 jasa keuangan 1

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRRI, Andreas Eddy Susetyo mengajak pelaku usaha bisa memaksimalkan seluruh potensi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.

Hal itu dia sampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Jasa Keuangan dengan tema Peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Kota Malang, Senin (7/8/2023). Menurutnya, ekonomi syariah bisa menjadi potensi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia tapi ternyata pusat pusat ekonomi syariah di dunia justru berada di London (Inggris). Sedangkan di Asia Tenggara bukan di Malaysia atau di Indonesia tetapi justru di Singapura,” ujar Andreas.

Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menambahkan, Indonesia memiliki beberapa potensi besar untuk bisa menjadi pemain utama ekonomi syariah di kancah global. Potensi itu antara lain sektor keuangan, produk makanan halal, dan produk fashion.

Apalagi, ketika merujuk kepada jumlah penduduk muslim di Indonesia yang mencapai sekitar 88 persen adalah potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sektor keuangan dan ekonomi syariah.

“Salah satu yang telah dimulai adalah keberadaan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kita terus mendorong agar BSI ini bisa menjadi salah satu representasi Indonesia di bidang keuangan syariah,” jelasnya.

Selain itu, Indonesia mempertahankan posisi ke-4 pada The Global Islamic Economy Indicator dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022 yang diluncurkan Dinar Standard di Dubai, Uni Emirate Arab.

“Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab,” papar anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Dalam upaya mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, dia memandang perlunya sebuah sistem yang terintegrasi. Sehingga kedepan sistem perekomian nasional mampu mengakomodir setiap elemen pelaku ekonomi syariah.

“Dengan melihat besarnya potensi itu, untuk pengembangan industri halal untuk mendukung ekonomi nasional diperlukan dukungan regulasi dan insentif Pemerintah, untuk mendorong pengembangan industri halal,” tandas Andreas.

Disamping itu, imbuhnya, pengembangan kegiatan usaha syariah untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM juga diperlukan dukungan kebijakan afirmatif dan integrasi program, untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha syariah.

Serta diiringi upaya penguatan infrastruktur ekosistem untuk pengembangan industri syariah, yang itu diperlukan dukungan koordinasi strategis antar stakeholders untuk memperkuat infrastruktur ekosistem industri syariah. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...
EKSEKUTIF

Lindungi Peternak Blitar, Rijanto Gandeng Pemkab Sumenep

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuka peluang penguatan pasokan dan ...
LEGISLATIF

Novita Minta Uji Kesiapan Teknis Sebelum Ekspor Satu Pintu Diterapkan

SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya uji kesiapan teknis dan operasional ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Sahkan Perda Jaminan Sosial, Pedagang Kecil dan Nelayan Bisa Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek bersama pemerintah daerah memperkuat perlindungan pekerja melalui Peraturan ...