Minggu
18 Oktober 2026 | 10 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Akhiri Debat dengan Bahasa Madura, Fauzi: Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

pdip-jatim-fauzi-debat-2

SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, menggelar debat putaran kedua Pemilihan Bupati (Pilbup) di hotel Utami, Senin (23/11/2020) malam.

Ada yang berbeda pada gelaran debat kali ini, di mana dalam sesi terakhir, pasangan cabup-cawabup wajib menggunakan bahasa Madura.

Usai debat, Cabup nomor urut 01, Achmad Fauzi menyampaikan apresiasinya tentang segmen menggunakan bahasa Madura. Menurutnya, penyertaan bahasa Madura sangatlah penting, yakni sebagai upaya melestarikan kearifan-kearifan lokal dengan bahasa ibu.

Baca juga: Menangkan Fauzi-Eva, PDIP Sumenep Solidkan Mesin Partai

“Debat kedua ini tentu sangat memberikan edukasi, mendorong kita untuk menggunakan bahasa Madura. Ini tentu sangat penting untuk Sumenep ke depan,” kata Achmad Fauzi, Senin (23/112020) malam.

Ketua DPC PDIP Perjuangan Sumenep itu berpendapat, bahwa bahasa Madura sangat elok untuk tetap dilestarikan.

“Intinya saya mengapresiasi kepada KPU yang sudah mengkonsep acara ini dengan menggunakan bahasa Madura. Paling tidak memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk mencintai bahasanya sendiri, yakni bahasa daerah,” sambungnya.

Pria yang karib disapa Bang Uji itu mengajak masyarakat Sumenep untuk tetap mencintai dan melestarikan bahasa Madura secara utuh. Mengingat, bahasa daerah di kabupaten ujung timur Pulau Madura tersebut lebih halus dibandingkan tiga kabupaten lainnya.

Pada debat kedua ini, mantan Bupati Sumenep, KH. Ramdlan Siradj yang menyaksikan langsung debat publik, memberikan support kepada calon yang didukungnya, yakni Achmad Fauzi yang pada pilbup kali ini berpasangan dengan Nyai Hj. Dewi Khalifah atau Nyai Eva.

“Saya sebagai orang yang pernah berkhidmat untuk Kabupaten Sumenep ini menilai pasangan Fauzi – Eva lebih memberikan harapan kepada Sumenep ke depan,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, ini.

Menurutnya, komitmen Achmad Fauzi yang ingin melanjutkan dan meningkatkan program kepemimpinan Bupati Sumenep sebelum-sebelumnya dinilai sebagai hal positif.

“Pada prinsipnya, kepemimpinan itu adalah estafet. Makanya, pemimpin-pemimpin sebelumnya telah melakukan upaya-upaya yang terbaik. Tinggal bagaimana hal-hal yang mungkin kurang, itu disempurnakan. Dikembangkan. Makanya saya menganggap, di Pak Fauzi ini lebih memberikan harapan untuk Sumenep ke depan,” tegasnya.

Pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep akan berlangsung pada 9 Desember 2020. KPU Sumenep beberapa waktu lalu telah menetapkan dua pasangan calon. Dua pasangan calon itu masing-masing ialah Achmad Fauzi – Nyai Hj. Dewi Khalifah nomor urut 1, dan Fattah Jasin – KH. Ali Fikri nomor urut 2. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Andreas Bidik Bursa Karbon Berbasis Komunitas Pertama di CMC Tiga Warna

MALANG – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan ...
HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...
KRONIK

Masuk Sekolah Partai, Gen Z Jatim Ungkap Sisi Seru PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tiga kader Generasi Z (Gen Z) membagikan pengalaman pertamanya terjun ke dunia politik saat mengikuti ...
LEGISLATIF

Warga Durenan Titip Aspirasi Irigasi dan Antisipasi Banjir kepada Deni Wicaksono

TRENGGALEK – Perbaikan irigasi, antisipasi banjir, dan peningkatan produktivitas panen menjadi aspirasi warga ...
KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...