Rabu
02 September 2026 | 4 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agar Tak Jenuh, ASN Pemkab Trenggalek Berbusana Adat Tiap Kamis

pdip-jatim-arifin-nggalek-blangkon-030321

TRENGGALEK – Bupati Mochamad Nur Arifin bakal menciptakan budaya baru bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Saya membawa culture (budaya) baru, nanti setiap hari Kamis kita pakai baju adat,” kata Nur Arifin, Rabu (3/3/2021).

Baju adat yang wajib dikenakan oleh para ASN tiap hari Kamis nantinya berupa surjan, jarik dan blangkon.

Menurutnya dengan mengenakan baju adat Trenggalek tiap Kamis untuk menghilangkan rasa bosan ketika tiap hari harus mengenakan seragam ASN saat berada di kantor maupun di lapangan.

Selain itu, dengan adanya kewajiban bagi ASN mengenakan baju adat tiap Kamis akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis kearifan lokal budaya Trenggalek itu sendiri.

“Sehingga program desa wisatanya itu lebih natural dan lebih alami ” ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini juga menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja ke depan di bawah komandonya.

Di antaranya, program lima ribu pengusaha perempuan, digitalisasi desa wisata dan penyelesaian beberapa infrastruktur yang sudah rusak parah. 

Selain itu, tambah dia, dalam 100 hari kerja kedepan, Pemkab Trenggalek juga akan melakukan koordinasi lintas daerah seperti dengan Kabupaten Ponorogo dan Kediri dalam rangka membahas tentang proyek strategis nasional.

Terkait Desa Wisata, Mas Ipin sebelumnya mengatakan, saat ini sedang dikembangkan. Dalam program ini, satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengadopsi satu desa wisata.

Menurutnya, dengan mendorong tumbuhnya desa wisata dan mendorong digitalisasi desa wisata maka perekonomian masyarakat dapat bergerak. 

Saat ini Mas Ipin menargetkan ada 100 desa wisata. Tentunya bila memiliki 30 OPD maka akan ada 30 desa wisata yang diadopsi. “ini bisa mempercepat proses ekonomi masyarakat desa,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, desa adopsi nanti konsepnya sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD. “Akan tetapi di-create dan dieksekusi secara berestetika serta memenuhi kaidah-kaidah kepariwisataan,” jelas Arifin. (herman)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...
LEGISLATIF

Puan Sambut Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar Pimpin PBNU, Harap NU Makin Baik

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim ...
KRONIK

Ketua Pansus 2 DPRD Tulungagung Tekankan Perda Kesejahteraan Sosial Harus Berdampak Nyata

TULUNGAGUNG – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Tulungagung, Joko Tri Asmoro, menekankan bahwa Perda ...