Rabu
03 Juni 2026 | 9 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agar Tak Jenuh, ASN Pemkab Trenggalek Berbusana Adat Tiap Kamis

pdip-jatim-arifin-nggalek-blangkon-030321

TRENGGALEK – Bupati Mochamad Nur Arifin bakal menciptakan budaya baru bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Saya membawa culture (budaya) baru, nanti setiap hari Kamis kita pakai baju adat,” kata Nur Arifin, Rabu (3/3/2021).

Baju adat yang wajib dikenakan oleh para ASN tiap hari Kamis nantinya berupa surjan, jarik dan blangkon.

Menurutnya dengan mengenakan baju adat Trenggalek tiap Kamis untuk menghilangkan rasa bosan ketika tiap hari harus mengenakan seragam ASN saat berada di kantor maupun di lapangan.

Selain itu, dengan adanya kewajiban bagi ASN mengenakan baju adat tiap Kamis akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis kearifan lokal budaya Trenggalek itu sendiri.

“Sehingga program desa wisatanya itu lebih natural dan lebih alami ” ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini juga menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja ke depan di bawah komandonya.

Di antaranya, program lima ribu pengusaha perempuan, digitalisasi desa wisata dan penyelesaian beberapa infrastruktur yang sudah rusak parah. 

Selain itu, tambah dia, dalam 100 hari kerja kedepan, Pemkab Trenggalek juga akan melakukan koordinasi lintas daerah seperti dengan Kabupaten Ponorogo dan Kediri dalam rangka membahas tentang proyek strategis nasional.

Terkait Desa Wisata, Mas Ipin sebelumnya mengatakan, saat ini sedang dikembangkan. Dalam program ini, satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengadopsi satu desa wisata.

Menurutnya, dengan mendorong tumbuhnya desa wisata dan mendorong digitalisasi desa wisata maka perekonomian masyarakat dapat bergerak. 

Saat ini Mas Ipin menargetkan ada 100 desa wisata. Tentunya bila memiliki 30 OPD maka akan ada 30 desa wisata yang diadopsi. “ini bisa mempercepat proses ekonomi masyarakat desa,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, desa adopsi nanti konsepnya sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD. “Akan tetapi di-create dan dieksekusi secara berestetika serta memenuhi kaidah-kaidah kepariwisataan,” jelas Arifin. (herman)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...