BATU – Sebagai upaya mempermudah pelayanan kepada masyarakat, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari minta pemerintah kota (pemkot) setempat memiliki satu aplikasi terpusat dan terpadu.
Menurutnya, aplikasi-aplikasi layanan masyarakat yang dimiliki masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu, bisa membuat bingung masyarakat.
“Memang sudah banyak aplikasi yang tersebar dari inovasi-inovasi oleh tiap-tiap OPD, namun apakah itu sudah maksimal,” kata Khamim Thohari kepada media di Kota Batu, Kamis (23/5/2025).
Untuk itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut menegaskan, apabila terdapat aplikasi terpusat maka masyarakat tidak akan kebingungan dengan banyaknya aplikasi yang akan digunakan, karena semua sudah menjadi satu.
“Seharusnya, untuk satu aplikasi sudah mewadahi banyak pelayanan,” ujar dia.
Salah satu contohnya, dari perizinan, keluhan warga seperti jalan rusak, PDAM bocor, lalu lintas, listrik mati, pajak, lowongan pekerjaan, event, harga pangan, informasi terupdate terkait kegiatan Pemkot Batu hingga pemberitaan media massa.
Khamim berharap, pihak Pemkot Batu sudah saatnya mengakomodir melalui Diskominfo. Di mana, ini untuk membuat atau mengembangkan satu aplikasi yang sudah dimiliki untuk semua pelayanan dan keluhan.
“Yang jelas, tujuannya agar masyarakat tidak terlalu banyak memiliki aplikasi yang dikeluarkan oleh masing-masing SKPD. Sehingga penerapan aplikasi Smart City benar-benar maksimal. Khususnya untuk keluhan masyarakat juga harus ada tindak lanjut di aplikasi,” tutupnya. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









