Agar Lebih Membumi, Pancasila Harus Jadi Working Ideology

 21 pembaca

SURABAYA – Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur SW Nugroho mengatakan, problem yang dihadapi bangsa Indonesia akhir-akhir ini, bukan persoalan kuat atau lemahnya Pancasila.

Tapi, sebut Nugroho, bagaimana mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Pancasila harus menjadi working ideology, atau ideologi yang bekerja dan menjadi panduan kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Nugroho, usai upacara Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2019).

Politisi yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini lantas mencontohkan beberapa pengejawantahan konsep working ideology sesuai sila-sila Pancasila.

“Ikut memerangi kabar hoaks (bohong) yang belakangan marak di media sosial, itu salah satu bentuk working ideology sesuai sila ke satu,” sebutnya.

Menurut Nugroho, Pancasila sebagai working ideology sudah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama hampir lima tahun memerintah bersama Jusuf Kalla. Misalnya, pembangunan kawasan perbatasan, dan program pembangunan desa.

Ratusan triliun rupiah yang telah digulirkan pemerintah pusat untuk pembangunan desa selama hampir lima tahun terakhir ini, jelas Nugroho, merupakan wujud kehadiran negara terhadap pembangunan desa dan masyarakatnya. Tidak hanya membangun kawasan perkotaan.

“Jadi, sebagai working ideology yang membumi pada rakyat, Pancasila tak hanya sebagai panduan, tapi juga mensejahterakan rakyat,” katanya.

Selain itu, tambah Nugroho, sangat diperlukan penguatan karakter Pancasila dalam pendidikan di sekolah sejak dini. Tapi, anak-anak didik tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila.

Menurutnya, yang paling penting adalah menghayati, memahami, mengamalkan dan menjalankan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga yang lebih luas dalam berbangsa dan bernegara.

Untuk masa sekarang, imbuh Nugroho, pendidikan Pancasila juga dapat dilakukan melalui sosial media untuk menjangkau generasi muda. (goek)