Jumat
14 Agustus 2026 | 7 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agar Kebijakan Tepat dan Bermanfaat, Puan: Perlu Reformasi Struktural dan Fiskal

pdip-jatim-puan-230421

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani kembali mengingatkan pemerintah agar membuat dan melaksanakan kebijakan yang manfaatnya nyata untuk masyarakat.

Menurut Puan, pemerintah perlu melakukan reformasi struktural dan reformasi fiskal agar kebijakan yang dijalankan tepat sasaran dan tepat manfaat untuk masyarakat.

“Kehadiran negara perlu ditingkatkan, supaya lebih dirasakan masyarakat secara nyata,” kata Puan, di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyampaikan hal tersebut merujuk pada turunnya dua indikator dalam aspek politik yang diukur di dalam Indeks Negara Rentan atau Fragile State Index 2021.

Kedua indikator dalam aspek politik yang turun adalah legitimasi negara dan pelayanan publik.

Puan menilai, temuan itu menunjukkan tata kelola pemerintahan di Indonesia harus segera ditingkatkan dengan memperbaiki pelayanan publik untuk menguatkan kembali legitimasi negara di mata masyarakat.

“Di sini perlunya reformasi struktural: pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur. Juga perlu dilakukan reformasi fiskal: peningkatan kualitas belanja yang lebih baik,” ungkap alumnus Fisip Universitas Indonesia tersebut.

Perbaikan tata kelola dan layanan publik itu, kata Puan, dapat dimulai dengan menjadikan pembahasan pendahuluan APBN sebagai momentum penegas bahwa pemerintah akan melakukan reformasi fiskal dalam APBN 2022.

“Reformasi fiskal yang ditujukan untuk meningkatkan belanja pemerintah yang berkualitas, ditandai dengan pelayanan yang lebih baik kepada rakyat, pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, dan lainnya,” ujar Puan.

Selain itu, Puan juga minta kebijakan dan program pemerintah dapat mudah diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Belanja kementerian/lembaga lebih banyak diarahkan kepada rakyat sebagai penerima manfaat, tingkatkan pelayanan publik untuk meningkatkan legitimasi negara di mata masyarakat,” ucap Puan.

Dalam Indeks Negara Rentan atau Fragile State Index 2021 Indonesia mampu memperbaiki sejumlah sektor yang turut meningkatkan ketahanan nasional.

Namun, perbaikan itu tidak cukup signifikan sehingga Indonesia masih berada di peringkat 99 dari 179 negara yang dikaji. Makin besar peringkat satu negara, makin baik capaian negara tersebut.

Peringkat indeks didasarkan pada dua belas indikator kerentanan negara, yang dikelompokkan berdasarkan kategori: sosial, ekonomi, dan politik. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari: Subsidi Pendidikan Harus Diperkuat, Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, meminta negara memperkuat intervensi di sektor ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI, Jumlah Warga Miskin 58,38 Ribu

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan ...
KRONIK

Bupati Lukman Ingatkan Bahaya Polarisasi Digital: “Jangan Telan Mentah-Mentah Opini Medsos”

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa tantangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Minta Capaian Pemerintah Diuji dengan Kondisi Riil Masyarakat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, minta capaian pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo ...
KRONIK

Alfan PDIP Jember Minta Pembangunan KDMP Tidak Boleh Abaikan Hak Masyarakat

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menilai persoalan lahan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa ...
KRONIK

Kisah Nenek Tumisah di Sidoarjo: Hidup Bersama Cucu, Kesulitan Makan hingga Menunggak Biaya Sekolah

SIDOARJO — Masalah kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi ganjalan nyata bagi sebagian warga di ...