Senin
03 Agustus 2026 | 8 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebun Raya Mangrove Surabaya Tampung Puluhan PKL, Pekerjanya dari Keluarga Prasejahtera

IMG-20230727-WA0006_copy_800x450

SURABAYA – Keberadaan Kebun Raya Mangrove Surabaya di Gununganyar tak sekadar mengurangi polusi, sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya pada acara peresmian Kebun Raya Mangrove, Rabu (26/7/2023), menyampaikan, seluruh pekerja di Kebun Raya Mangrove berasal dari keluarga miskin.

“Banyak lahan Pemkot Surabaya bisa digerakkan untuk pangan  termasuk Kebun Raya Mangrove. Tujuan akhirnya untuk mengurangi kemiskinan warga Kota Surabaya,” terangnya.

Wali Kota Eri juga menceritakan bagaimana sejarah Kebun Raya Mangrove. Bermula dari inisiasi Megawati Soekarnoputri bersama Wali Kota Tri Rismaharini pada eranya.

“Ini tempat dulu berdarah-darah dipertahankan Bu Risma. Sesuai arahan Bu Mega, kami menjalankan mangrove ini bukan hanya tempat mangrove, tapi edukasi dan pariwisata. Khususnya buat anak muda. Karena mereka butuh mengenalnya,” kata Wali Kota Eri.

Tak sekadar pekerja, Kebun Raya Mangrove juga membawa berkah bagi sejumlah pedagang kaki lima. Puluhan PKL yang kerap berpindah-pindah tempat jualan, sejak beberapa waktu lalu telah di relokasi Pemerintah Kota Surabaya di tempat ini.

Reportase pdiperjuangan-jatim.com di Kebun Raya Mangrove, ada 20-an pedagang mengisi sentra jajanan di tempat tersebut. Deretan lapak ditata apik, demikian pula meja dan kursi pengunjung atau pembeli.

Rupa-rupa makanan dan minuman dijajakan di tempat ini. Mulai dari menu nasi lodeh hingga soto, berbagai camilan dari seblak hingga kentang goreng, serta aneka minuman.

Koordinator UMKM Kebun Raya Mangrove Surabaya, Slamet Budiyono berucap syukur karena tak luput dari perhatian Pemkot Surabaya dalam proses pengembangan daerah.

“Di sini kami bisa berdagang dengan tenang, seluruh pedagang tak perlu memikirkan harus berjualan di sebelah mana, ataupun berebut tempat,” ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, dengan adanya sentra UMKM itu, seluruh pedagang dapat saling gotong-royong dan tak berebut pembeli.

Berita terkait:Megawati Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya

Salah seorang pedagang  ibu Abi,  mengaku, jualan yang ia lakukan sebagai sumber penghasilan utama di keluarganya. Ia berharap, pasca-peresmian wisata Mangrove menjadi Kebun Raya Mangrove Surabaya, selalu ramai pengunjung.

“Semoga ramai terus, Mbak. Buat nyekolahin anak biar jadi orang kayak Bu Mega dan Pak Eri Cahyadi,” pungkasnya. (yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...