Sabtu
02 Mei 2026 | 8 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebun Raya Mangrove Surabaya Tampung Puluhan PKL, Pekerjanya dari Keluarga Prasejahtera

IMG-20230727-WA0006_copy_800x450

SURABAYA – Keberadaan Kebun Raya Mangrove Surabaya di Gununganyar tak sekadar mengurangi polusi, sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya pada acara peresmian Kebun Raya Mangrove, Rabu (26/7/2023), menyampaikan, seluruh pekerja di Kebun Raya Mangrove berasal dari keluarga miskin.

“Banyak lahan Pemkot Surabaya bisa digerakkan untuk pangan  termasuk Kebun Raya Mangrove. Tujuan akhirnya untuk mengurangi kemiskinan warga Kota Surabaya,” terangnya.

Wali Kota Eri juga menceritakan bagaimana sejarah Kebun Raya Mangrove. Bermula dari inisiasi Megawati Soekarnoputri bersama Wali Kota Tri Rismaharini pada eranya.

“Ini tempat dulu berdarah-darah dipertahankan Bu Risma. Sesuai arahan Bu Mega, kami menjalankan mangrove ini bukan hanya tempat mangrove, tapi edukasi dan pariwisata. Khususnya buat anak muda. Karena mereka butuh mengenalnya,” kata Wali Kota Eri.

Tak sekadar pekerja, Kebun Raya Mangrove juga membawa berkah bagi sejumlah pedagang kaki lima. Puluhan PKL yang kerap berpindah-pindah tempat jualan, sejak beberapa waktu lalu telah di relokasi Pemerintah Kota Surabaya di tempat ini.

Reportase pdiperjuangan-jatim.com di Kebun Raya Mangrove, ada 20-an pedagang mengisi sentra jajanan di tempat tersebut. Deretan lapak ditata apik, demikian pula meja dan kursi pengunjung atau pembeli.

Rupa-rupa makanan dan minuman dijajakan di tempat ini. Mulai dari menu nasi lodeh hingga soto, berbagai camilan dari seblak hingga kentang goreng, serta aneka minuman.

Koordinator UMKM Kebun Raya Mangrove Surabaya, Slamet Budiyono berucap syukur karena tak luput dari perhatian Pemkot Surabaya dalam proses pengembangan daerah.

“Di sini kami bisa berdagang dengan tenang, seluruh pedagang tak perlu memikirkan harus berjualan di sebelah mana, ataupun berebut tempat,” ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, dengan adanya sentra UMKM itu, seluruh pedagang dapat saling gotong-royong dan tak berebut pembeli.

Berita terkait:Megawati Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya

Salah seorang pedagang  ibu Abi,  mengaku, jualan yang ia lakukan sebagai sumber penghasilan utama di keluarganya. Ia berharap, pasca-peresmian wisata Mangrove menjadi Kebun Raya Mangrove Surabaya, selalu ramai pengunjung.

“Semoga ramai terus, Mbak. Buat nyekolahin anak biar jadi orang kayak Bu Mega dan Pak Eri Cahyadi,” pungkasnya. (yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...