Selasa
03 November 2026 | 11 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebun Raya Mangrove Surabaya Tampung Puluhan PKL, Pekerjanya dari Keluarga Prasejahtera

IMG-20230727-WA0006_copy_800x450

SURABAYA – Keberadaan Kebun Raya Mangrove Surabaya di Gununganyar tak sekadar mengurangi polusi, sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya pada acara peresmian Kebun Raya Mangrove, Rabu (26/7/2023), menyampaikan, seluruh pekerja di Kebun Raya Mangrove berasal dari keluarga miskin.

“Banyak lahan Pemkot Surabaya bisa digerakkan untuk pangan  termasuk Kebun Raya Mangrove. Tujuan akhirnya untuk mengurangi kemiskinan warga Kota Surabaya,” terangnya.

Wali Kota Eri juga menceritakan bagaimana sejarah Kebun Raya Mangrove. Bermula dari inisiasi Megawati Soekarnoputri bersama Wali Kota Tri Rismaharini pada eranya.

“Ini tempat dulu berdarah-darah dipertahankan Bu Risma. Sesuai arahan Bu Mega, kami menjalankan mangrove ini bukan hanya tempat mangrove, tapi edukasi dan pariwisata. Khususnya buat anak muda. Karena mereka butuh mengenalnya,” kata Wali Kota Eri.

Tak sekadar pekerja, Kebun Raya Mangrove juga membawa berkah bagi sejumlah pedagang kaki lima. Puluhan PKL yang kerap berpindah-pindah tempat jualan, sejak beberapa waktu lalu telah di relokasi Pemerintah Kota Surabaya di tempat ini.

Reportase pdiperjuangan-jatim.com di Kebun Raya Mangrove, ada 20-an pedagang mengisi sentra jajanan di tempat tersebut. Deretan lapak ditata apik, demikian pula meja dan kursi pengunjung atau pembeli.

Rupa-rupa makanan dan minuman dijajakan di tempat ini. Mulai dari menu nasi lodeh hingga soto, berbagai camilan dari seblak hingga kentang goreng, serta aneka minuman.

Koordinator UMKM Kebun Raya Mangrove Surabaya, Slamet Budiyono berucap syukur karena tak luput dari perhatian Pemkot Surabaya dalam proses pengembangan daerah.

“Di sini kami bisa berdagang dengan tenang, seluruh pedagang tak perlu memikirkan harus berjualan di sebelah mana, ataupun berebut tempat,” ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, dengan adanya sentra UMKM itu, seluruh pedagang dapat saling gotong-royong dan tak berebut pembeli.

Berita terkait:Megawati Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya

Salah seorang pedagang  ibu Abi,  mengaku, jualan yang ia lakukan sebagai sumber penghasilan utama di keluarganya. Ia berharap, pasca-peresmian wisata Mangrove menjadi Kebun Raya Mangrove Surabaya, selalu ramai pengunjung.

“Semoga ramai terus, Mbak. Buat nyekolahin anak biar jadi orang kayak Bu Mega dan Pak Eri Cahyadi,” pungkasnya. (yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...