Selasa
11 Agustus 2026 | 5 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebun Raya Mangrove Surabaya Diresmikan Megawati, Kepala BRIN: Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

20230726111546_IMG_3708_copy_769x446

Rintisan dimulai era Walikota Tri Rismaharini. Satu dari 47 Kebun Raya, khusus mengkonservasi spesies Mangrove.

SURABAYA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko mengucapkan selamat atas peresmian Kebun Raya Mangrove Surabaya.

Ia mengatakan, kebun raya yang diresmikan langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri pada Rabu (26/7/2023), merupakan yang pertama di Indonesia.

Sebab, dari keseluruhan jumlah kebun raya yang ada di Indonesia, khusus untuk mangrove masih belum ada.

“Selamat untuk arek-arek Suroboyo dan Jatim yang sudah berhasil menciptakan kebun raya yang unik di antara 47 kebun raya di Indonesia dan ini salah satu yang menurut saya dikelola dengan baik dan konsisten. Karena tidak semua pemerintah daerah berhasil mengolah secara konsisten,” kata Laksana Tri Handoko.

Ia mengatakan, kehadiran Kebun Raya Mangrove ini melalui perjalanan yang cukup panjang, yakni sejak 2017 saat pihaknya pertama kali menerima surat dari mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Kemudian baru 2018 ada surat penetapan lokasi dan kemudian berlanjut hingga saat ini bisa dikeluarkan penetapan.

Menurutnya, dari 57 jenis mangrove yang ada di kebun raya ini baru 17 yang telah diregistrasi secara resmi sebagai koleksi. “Jadi masih banyak PR untuk Pak Wali kota,” sambungnya.

Ia mengatakan, sebagaimana diamanatkan, kebun raya merupakan pusat konservasi yang melindungi spesies tumbuhan dan hewan langka dengan mengambil dari habitat yang tidak aman atau terancam dengan ditempatkan ke perlindungan manusia.

“Kebun raya ini bisa dibilang merupakan satu-satunya alat kita untuk menjaga biodiversitas (keragaman hayati) karena Indonesia itu pemilik biodiversitas terbesar di dunia, untuk darat nomor 2 setelah Brazil,” katanya.

Berita terkait: Megawati Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya

Selain konservasi, sambungnya, pihaknya juga terus mendorong pemanfaatan biodiversitas menjadi obat dan lainnya.

“Kebun raya bukan hanya untuk konversi akan menjadi soko guru perekonomian berbasis ekonomi kreatif dan riset Indonesia ke depan,” pungkasnya. (dhani/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...