Jumat
26 Juni 2026 | 7 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Dhito: Orientasi Kerja OPD Diukur pada Manfaatnya untuk Masyarakat, Bukan pada Serapan Anggaran

pdip-jatim-230725-masbup-rapat-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana minta tiap organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan update data secara berkala untuk menjadi pedoman dalam mengambil kebijakan terkait pengalokasian anggaran.

“Basic kita mengambil keputusan adalah data. Jadi tidak mungkin ada ketepatan anggaran kalau update data tidak dilakukan,” ujar Hanindhito kepada seluruh kepala OPD dan Direktur BUMD di Kabupaten Kediri, Senin (24/7/2023).

Bupati mengingatkan pentingnya melaksanakan update data dan ketepatan dalam penyusunan anggaran. Pihaknya menegaskan, orientasi kerja diukur pada hasil yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan pada serapan anggaran yang baik.

“Orientasi tolong benar-benar pada hasil,” tandas politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mas Dhito tersebut.

Dia mencontohkan, update data terkait rumah tidak layak huni (RTLH) diharapkan terus dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Dari 14 ribu RTLH di Kabupaten Kediri, Mas Dhito minta jumlahnya harus terus diupdate untuk memperoleh angka yang pasti.

“Updating itu harus terus dilakukan, apakah hari ini 14.000 itu angka real. Ini tugas bapak ibu camat juga untuk segera berkoordinasi dengan seluruh kepala desa, cek rumah tidak layak huni di kabupaten itu ada berapa,” tuturnya.

Juga soal stunting, menurutnya juga perlu dilakukan update. Selain survei dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah daerah harus aktif melakukan update data lewat kegiatan bulan timbang.

Tak kalah penting, lanjut Mas Dhito, terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi basis data untuk program bantuan sosial pemerintah, termasuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI- JK). “DTKS ini juga harus dilakukan updating secara berkala,” tegasnya.

Pihaknya mendorong tiap OPD dapat mengembangkan pilihan alternatif guna mendapatkan capaian target kinerja dan tidak mengandalkan pada sumber anggaran daerah.

Alternatif yang dimaksud baik itu bersumber dari APBD Provinsi, APBN maupun sumber lain yang dibenarkan.

Terkait hal itu, Mas Dhito menekankan, setiap bulan DTKS terus diupdate guna meningkatkan skema PBI-JKN. Terlebih pada Desember 2023 mendatang Kabupaten Kediri menargetkan capaian Universal Health Coverage (UHC) 95 persen.

“Camat minta desa setiap bulan secara rutin melakukan update usulan DTKS,” pesan Mas Dhito. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fuad Benardi Minta Pemerintah Kaji Penghentian Impor BBM, DPRD Jatim Bakal Panggil Pertamina

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi meminta pemerintah mengkaji secara matang rencana penghentian impor ...
SEMENTARA ITU...

Sarasehan Ngaji Pusaka Panji Patrem di Trenggalek Ajak Generasi Muda Lestarikan Keris

Sarasehan budaya Ngaji Pusaka Panji Patrem digelar di Trenggalek untuk mengenalkan keris kepada generasi muda. ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jember Minta Raperda Kawasan Tanpa Rokok Dikaji Komprehensif

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok dilakukan secara komprehensif. ...
KRONIK

Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Yatim, Bupati Lukman: Tanggung Jawab Kita Bersama

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memanfaatkan 10 Muharram 1448 Hijriah untuk menebarkan ...
LEGISLATIF

Evi Dwitasari DPRD Ponorogo Ajak Masyarakat Tak Ragu Ikut Sensus Ekonomi

PONOROGO – Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Evi Dwitasari, mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi yang ...
EKSEKUTIF

Job Fair Blitar 2026 Libatkan 43 Perusahaan, Pemkab Blitar Perluas Akses Kerja bagi Pencari Kerja

Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Job Fair 2026 yang diikuti 43 perusahaan pada 25–26 Juni. Bupati Rijanto ...