Sabtu
29 Agustus 2026 | 11 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Berharap Batik Surabaya Jadi Komoditas di Era MEA

pdip jatim - batik iki suroboyo

pdip jatim - batik iki suroboyoSURABAYA – Pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tidak hanya ingin warga Surabaya bisa mandiri di bidang industri kreatif. Lebih dari itu, pasangan cawali-cawawali nomor urut dua ini berharap hasil produksi industri kreatif warga Surabaya bisa menjadi salah satu komoditas andalan di pasar bebas.

Cawali Tri Rismaharini menyebutkan, salah satu hasil industri kreatif yang cukup membanggakan adalah batik khas Surabaya. “Saya berharap Batik Surabaya bisa menjadi komoditas souvenir di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 nanti,” harap Risma, Selasa (17/11/2015).

Harapan tersebut dia sampaikan, karena batik khas Surabaya garapan ibu-ibu warga Kota Pahlawan, tidak kalah dengan batik tulis dari daerah lain. Baik dari kualitas maupun coraknya.

Perempuan yang pernah mendapat penghargaan sebagai wali kota terbaik ketiga dunia itu mencontohkan batik hasil garapan Kelompok W-Quin, Jambangan. Pada Minggu (15/11), kemarin, Risma menghadiri peresmian industri kreatif warga Surabaya di bawah CV Kreatif Indah Alam itu.

Risma menyempatkan diri menghadiri peresmian industri kreatif beranggotakan ibu-ibu rumah tangga tersebut. Sebab, kelompok yang dimotori Risnani Puji Astutik itu telah mampu menciptakan batik khas Surabaya dengan motif ikan Suro dan Boyo dikelilingi daun semanggi.

Risma yakin, batik yang coraknya menggambarkan ikon-ikon Surabaya itu, akan menjadi komoditas yang dicari orang, khususnya dari luar daerah, ataupun dari luar negeri. “Jadi kalau bisa nanti ada ungkapan, ke Surabaya belum lengkap kalau belum membeli batik khas Surabaya,” ujarnya.

Risma juga mengajak seluruh warga Surabaya untuk terus berinovasi menciptakan ekonomi mandiri. “Saya juga berterima kasih kepada seluruh warga Surabaya, yang dengan kreativitasnya, menciptakan inovasi-inovasi baru seperti Batik Surabaya ini, demi Kota Surabaya yang kita cintai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok W-Quin, Risnani Puji Astutik mengaku, industri Batik Surabaya ‎yang dikelolanya, bermula dari kreativitas kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dibinanya pada 2009 silam.

Saat Risma menjabat wali kota, ungkap Risnani, Pemkot Surabaya minta kelompok yang dibinanya terus mengembangkan industri batik dan membina ibu-ibu rumah tangga di wilayah-wilayah lain di Kota Pahlawan.

“Kita waktu itu diminta Bu Risma memberdayakan masyarakat yang lain di Kota Surabaya ini, termasuk ibu-ibu terdampak (penutupan Dolly) di Putat Jaya‎. Sekarang kita memiliki warga binaan cukup banyak di Surabaya,” terang Risnani.

‎Tak hanya itu, Kelompok W-Quin juga diminta membuat batik yang bisa dijadikan sebagai ciri kas Kota Surabaya. “Waktu itu kita bikin batik bermotif bambu runcing. Tapi kata Bu Risma terlalu kaku, dan kita diminta mencari inovasi yang lain. Akhirnya kita dapat motif Sura dan Boyo dikelilingi daun semanggi. Bu Risma cocok,” ucapnya.

Risnani juga mengungkapkan, batik-batik buatan W-Quin ada tiga jenis, yaitu Batik Cap, Tulis dan Kain Jumputan. “Sekarang pasar kita sudah di mana-mana, tapi masih sebatas di kota-kota yang ada di Indonesia saja. Belum ke luar negeri. Batik Surabaya juga sudah sampai di Bontang,” katanya.

Risnani dan ibu-ibu binaannya yang lain berharap Batik Surabaya karya bisa diakui alias dipatenkan. “Sekarang ini kan masih belum dipatenkan. Kita ingin batik kita diakui. Makanya kita bikin CV Kreatif Indah Alam di Jambangan ini, biar batik kita tidak diklaim daerah lain,” harapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...