Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Tak Ada Lagi Surabaya Pinggiran!

pdip jatim - risma - UMKM Aspringta

pdip jatim - risma - UMKM AspringtaSURABAYA – Pengembangan pelayanan publik terintegrasi dengan proyek infrastruktur menjadi fokus program kerja pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. Tidak hanya tengah kota, pembangunan infrastruktur juga dilakukan di kawasan pinggiran, seperti di wilayah Surabaya Barat.

Bahkan, pasangan petahana yang diusung PDI Perjuangan tersebut sudah mulai merealisasikannya, saat masih memimpin Surabaya. Yakni dengan memulai pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya.

Proyek ini terbagi menjadi empat tahap, dimulai dari Tambak Osowilangun hingga perbatasan Kabupaten Gresik. Tahap pertama sepanjang 2,18 km dimulai dari kawasan Lakarsantri hingga Kabupaten Gresik sudah diresmikan Tri Rismaharini di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya.

“Ini awal dimulainya proyek infrastruktur, yang nantinya bisa terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat sekitar,” kata Whisnu Sakti Buana, Rabu (28/10/2015).

Seiring pembangunan JLLB, di kawasan Surabaya Barat, jelas Whisnu, juga dilakukan pengembangan pelayanan publik, baik sarana pendidikan maupun puskesmas. Sehingga, masyarakat sekitar tiga kecamatan yakni, Benowo, Sambikerep dan Pakal bisa ikut merasakan dampak pembangunan infrastruktur tersebut.

“Jadi seperti yang disampaikan Bu Risma, di Surabaya ini sudah tidak ada lagi kawasan pinggiran,” ujar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Apalagi, tambah Mas WS, sapaan Whisnu Sakti, di kawasan Benowo dan Pakal mempunyai potensi pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Salah satunya, kampung asli kuliner Semanggi Suroboyo dan tambak garam.

“Nah, dengan adanya infrastruktur JLLB, akan berpengaruh positif bagi masyarakat di kawasan tersebut,” jelas dia.

Dampak positif lainnya, urai Whisnu, potensi wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik tersebut nantinya makin bisa dikenal lebih meluas. Apalagi, pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu bidang yang disiapkan Pemkot Surabaya menyambut era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Agar warga Surabaya ke depan tetap bisa menjadi tuan rumah di kotanya sendiri,” ucap pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Seperti diketahui, proyek JLLB secara keseluruhan panjangnya 19,8 km; lebar 55 meter yang dimulai dari Tambak Osowilangun hingga perbatasan Kabupaten Gresik di kawasan Pakal.

Tahap kedua, pembangunan akan dilanjutkan dari kawasan Lakarsantri – Raya Sememi sepanjang 6,45 km. Sementara, tahap ketiga akan dilanjutkan dari Raya Sememi – Romo Kalisari sepanjang 3,85 km. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Percepat Konsolidasi Organisasi dan Pasang Target 12 Kursi di 2029

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang mempercepat konsolidasi organisasi dengan menuntaskan struktur kepengurusan ...