Rabu
27 Mei 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Tak Ada Lagi Surabaya Pinggiran!

pdip jatim - risma - UMKM Aspringta

pdip jatim - risma - UMKM AspringtaSURABAYA – Pengembangan pelayanan publik terintegrasi dengan proyek infrastruktur menjadi fokus program kerja pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. Tidak hanya tengah kota, pembangunan infrastruktur juga dilakukan di kawasan pinggiran, seperti di wilayah Surabaya Barat.

Bahkan, pasangan petahana yang diusung PDI Perjuangan tersebut sudah mulai merealisasikannya, saat masih memimpin Surabaya. Yakni dengan memulai pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya.

Proyek ini terbagi menjadi empat tahap, dimulai dari Tambak Osowilangun hingga perbatasan Kabupaten Gresik. Tahap pertama sepanjang 2,18 km dimulai dari kawasan Lakarsantri hingga Kabupaten Gresik sudah diresmikan Tri Rismaharini di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya.

“Ini awal dimulainya proyek infrastruktur, yang nantinya bisa terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat sekitar,” kata Whisnu Sakti Buana, Rabu (28/10/2015).

Seiring pembangunan JLLB, di kawasan Surabaya Barat, jelas Whisnu, juga dilakukan pengembangan pelayanan publik, baik sarana pendidikan maupun puskesmas. Sehingga, masyarakat sekitar tiga kecamatan yakni, Benowo, Sambikerep dan Pakal bisa ikut merasakan dampak pembangunan infrastruktur tersebut.

“Jadi seperti yang disampaikan Bu Risma, di Surabaya ini sudah tidak ada lagi kawasan pinggiran,” ujar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Apalagi, tambah Mas WS, sapaan Whisnu Sakti, di kawasan Benowo dan Pakal mempunyai potensi pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Salah satunya, kampung asli kuliner Semanggi Suroboyo dan tambak garam.

“Nah, dengan adanya infrastruktur JLLB, akan berpengaruh positif bagi masyarakat di kawasan tersebut,” jelas dia.

Dampak positif lainnya, urai Whisnu, potensi wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik tersebut nantinya makin bisa dikenal lebih meluas. Apalagi, pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu bidang yang disiapkan Pemkot Surabaya menyambut era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Agar warga Surabaya ke depan tetap bisa menjadi tuan rumah di kotanya sendiri,” ucap pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Seperti diketahui, proyek JLLB secara keseluruhan panjangnya 19,8 km; lebar 55 meter yang dimulai dari Tambak Osowilangun hingga perbatasan Kabupaten Gresik di kawasan Pakal.

Tahap kedua, pembangunan akan dilanjutkan dari kawasan Lakarsantri – Raya Sememi sepanjang 6,45 km. Sementara, tahap ketiga akan dilanjutkan dari Raya Sememi – Romo Kalisari sepanjang 3,85 km. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Pacitan Salurkan Sapi Kurban untuk Masyarakat di Masjid Baitul Muttaqin Bandar

DPC PDI Perjuangan Pacitan menyalurkan seekor sapi kurban ke Masjid Baitul Muttaqin Desa Bangunsari, Kecamatan ...
LEGISLATIF

Komisi D DPRD Jember Desak Pemkab Segera Bentuk Komisi Daerah Disabilitas

Komisi D DPRD Jember mendesak Pemkab segera membentuk Komisi Daerah Disabilitas sesuai amanat Perda Nomor 7 Tahun ...
KRONIK

Abidin Fikri Salurkan Hewan Kurban di Bojonegoro dan Tuban

​BOJONEGORO – Anggota DPR RI, Abidin Fikri, menyalurkan tiga ekor sapi kurban dalam rangka menyambut Hari Raya ...
KRONIK

Bupati Sumenep: Iduladha Momentum Teguhkan Keikhlasan dan Kepedulian pada Masyarakat

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Takbir Akbar yang dipusatkan di Pendopo Agung Keraton ...
HEADLINE

Gus Anas dari Tanah Suci Sampaikan Terima Kasih kepada Said Abdullah atas Bantuan Kurban untuk Anak Yatim

Pengasuh Panti Asuhan Sabilul Muhtadien Gus Anas Masluchan mengucapkan terima kasih kepada Buya Said Abdullah dan ...
KRONIK

Terima Ribuan GTT non-Dapodik, Riyanto PDIP: Kami Siap Kawal Aspirasi Para Guru

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Riyanto, memastikan akan mengawal aspirasi ribuan Guru ...