BANGKALAN – Ketua Banggar DPR RI sekaligus Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, memberikan bantuan uang tunai senilai Rp30 juta Mohammad Syarifin Rohman (16) atau yang akrab dipanggil Ipin.
Said menitipkan bantuan tersebut kepada Direktur Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Abdul Aziz. Ia berharap, JPRM menjadi media yang mampu menggerakkan kedermawanan sosial.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Abdul Aziz dan jajarannya yang telah menyampaikan bantuan titipan saya kepada Mesda dan Ipin di Bangkalan. Saya berharap, JPRM menjadi media yang menggerakkan kedermawanan sosial sehingga peran sosial pers makin memiliki arti penting bagi warga miskin,” ujar Said.
Ipin merupakan pemuda belia yang harus mengasuh tiga adiknya lantaran ayahnya, Mohammad Syaiful Rohman (42) berada di penjara karena kasus pencurian sepeda motor. Sementara ibunya, Mesda (38), mengalami gangguan jiwa.
Remaja asal Desa Longkek, Kecamatan Galis, Bangkalan, itu memutuskan tidak melanjutkan sekolah karena harus merawat dan mengasuh adik-adik dan ibunya. Yang lebih menyedihkan, adiknya yang masih bayi meninggal sepekan lalu.
Cerita pilu Ipin menjadi viral di jagat maya setelah Kulsum, guru Ipin sewaktu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Longkek 1, melalui akun @assyifaazzahra01 menceritakan derita yang dialami Ipin. Dia berharap upayanya bisa didengar pemerintah.
Rupanya, tindakan Kulsum itu berbalas budi baik dari sejumlah pihak. Salah satunya, Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi Ipin dan adik-adiknya di Bangkalan untuk memberikan bantuan sosial.
Karena itu, Said menegaskan, tidak boleh lagi ada anak-anak telantar dan anak putus sekolah. Amanat konstitusi, yatim piatu dan anak-anak telantar dipelihara negara. Kementerian Sosial harus merawat mereka hingga orang tuanya kembali. Setidaknya setelah Syaiful Rohman, ayah Ipin, keluar dari penjara dan dapat pekerjaan layak.
”Saya akan berkomunikasi dengan Bu Risma, menteri sosial, menyangkut perihal ini,” jelasnya.
Said juga mengajak menambahkan, kita tidak boleh memutus harapan anak-anak. Tugas kita semua mewujudkan mimpi anak-anak.
”Sebab itu, jati diri bangsa kita untuk terus bergotong royong, membantu keluarga Indonesia yang kurang mampu, yang membutuhkan uluran tangan sesama kita,” terangnya.
Said berharap, hal-hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Pemerintah desa dan pemerintah daerah harus membuka akses mereka seluas-luasnya untuk mengurus anak-anak yang kurang mampu dan telantar.
“Jika mereka tidak mampu merawat pada jangka panjang, setidaknya pada masa darurat, sambil menyampaikan kejadian ini ke Kementerian Sosial. Kita berdosa membiarkan anak-anak seperti ini,” tuturnya.
“Komunikasi antarjenjang pemerintahan harus makin diintensifkan agar kerja bersama-sama mengasuh anak-anak seperti Ipin dan adik-adiknya bisa menjangkau lebih banyak lagi,” tandasnya. (JPRM/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












