Rabu
14 Oktober 2026 | 8 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dua Pekan Masalembu Diterjang Badai, Darul Minta Pemkab Cari Solusi Kelangkaan Pangan

PDIP-Jatim-Darul-Hasyim-Fath-02062022

SUMENEP – Sudah dua pekan badai menyebabkan aktivitas pelayaran Pelabuhan Kalianget -Masalembu tertunda. Kapal penumpang hingga logistik tak bisa berlayar menuju kepulauan terluar di Kabupaten Sumenep tersebut.

Akibatnya, kelangkaan bahan pokok terjadi di pulau yang secara geografis lebih dekat dengan Pulau Kalimantan itu. kebutuhan pokok, seperti beras dan elpiji jadi komoditi paling sulit dibeli. Stok elpiji di toko dan agen bahkan telah kosong sejak dua hari lalu.

“Beras mulai langka, dan kalau ada pun harganya sangat tinggi,” ujar Tallib (53), warga Dusun Baru, Desa Masalima, Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Selasa (28/2/2023).

Menurut Tallib, kelangkaan beras di Masalembu terjadi sejak satu pekan terakhir. Toko-toko kelontong yang biasanya menjual beras untuk kebutuhan warga, kini terpantau kosong.

Kalau pun ada, harga yang diberikan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan harga normal. Harga itu, lanjut Tallib, menjadi Rp 16.000 dari yang sebelumnya di angka Rp 11.000 per kilogram.

“Kami berharap cuaca membaik, kalau pun tidak, semoga pemerintah daerah memberikan perhatian,” tuturnya.

Mengetahui kondisi tersebut, anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, Darul Hasyim Fath, mendorong pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui BPBD Sumenep untuk segera turun tangan mangatasi persoalan itu.

“Kami mendorong BPBD Kabupaten Sumenep mengambil langkah sebagai wujud dari tindakan proteksi atas warga,” ujar Darul.

Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menjelaskan, gelombang tinggi hingga angin kencang yang melanda wilayah Masalembu membuat pelayaran lumpuh total. Krisis pangan melanda kepulauan terluar di Kabupaten Sumenep itu selama sepekan terakhir.

Karena itu, Darul berharap Pemkab Sumenep dan Pemprov Jawa Timur mencari solusi agar krisis pangan di Pulau Masalembu tidak bertambah parah. Menurutnya, kapal perang milik TNI bisa dikerahkan untuk menyuplai sembako karena tahan terhadap badai. Apalagi, berdasarkan data BMKG, badai baru reda sekitar Jumat (3/2/2023) mendatang.

“Selama sepekan terakhir krisis pangan tengah dialami warga Pulau Masalembu. Mereka memang banyak yang bergantung pada sembako yang dipasok dari luar Masalembu,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Doding Rahmadi Bakal Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...
KRONIK

PDIP Surabaya Fokus Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan untuk Menangkan Pemilu 2029

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...