Jumat
16 Oktober 2026 | 7 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Disambati Guru Terkait Penyaluran Bantuan BPOPP, Agatha Minta Pemprov Jatim Segera Cairkan

PDIP-Jatim Agatha Retnosari 28022023

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari, menerima audiensi dari sejumlah guru SMP dan SMK Triguna Bhakti Surabaya, Senin (27/2/2023).

Ia mengatakan, dalam kesempatan tersebut banyak keluhan yang disampaikan para guru. Di antaranya terkait pencairan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang hingga Februari belum terlaksana.

Seperti diketahui, BPOPP merupakan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kepada SMA/SMK untuk meringankan beban biaya pendidikan.

Namun, kenyataannya tiap tahun anggaran tersebut makin menurun. Pada 2019 disalurkan selama 12 bulan, kini menyusut ke 6 bulan saja.

“Padahal APBD kita sudah naik, tapi BPOPP-nya itu berkurang jadi hanya 6 bulan dan sampai bulan ini masih belum cair,” ujarnya.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta Pemprov Jatim segera mencairkan bantuan tersebut dan mengkaji kembali regulasinya. Terlebih, Raperda APBD 2023 telah disahkan dengan pendapatan daerah sebesar Rp28,2 triliun dan belanja daerah Rp30,5 triliun.

“Mereka bilang 2019 itu PemprovJatim memberi bantuan 200 ribu per orang selama 12 bulan untuk seluruh siswa, lalu tahun 2020 turun jadi 10 bulan dan 2022 jadi hanya 6 bulan, lalu di akhir tahun ada tambahan 2 bulan jadi 8 bulan,” ucapnya.

Di samping itu, para guru honorer juga mengeluhkan sulitnya persyaratan mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk masuk ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Di mana hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk mengakses bantuan pemerintah.

Untuk mendapat hal tersebut, para guru harus lebih dulu berstatus guru tidak tetap (GTT) dengan syarat minimal 2 tahun kerja sebagai guru tetap yayasan (GTY).

“Nah, mereka bilang kalau tidak masuk Dapodik, maka tidak bisa mengakses bantuan pemerintah untuk membantu gaji guru, sedangkan gaji guru masih di bawah UMR dan mereka sudah tidak lagi menerima tunjangan sejak SMK pindah ke provinsi,” tuturnya.

Karena itu, Agatha mendorong Pemprov Jatim untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para guru honorer. Terlebih, sejak regulasinya berpindah ke Jatim, pekerja honorer ini sudah tidak lagi mendapat tunjangan.

“Saya mendorong Pemprov Jatim lebih punya kepedulian terhadap dunia pendidikan ini, kepada guru-guru sekolah swasta, termasuk mereka dipermudah mengurus GTT,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...