Selasa
25 Agustus 2026 | 11 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dukung Pemulihan Ekonomi, Indah Kurnia dan LPS Gelar Seminar Global Economy Update 2023

IMG-20230222-WA0055_copy_600x338

SURABAYA – Pertumbuhan ekonomi nasional terus membaik selepas pandemi Covid-19. Meski, belum bisa disebut betul-betul pulih. Kini, ketidakpastian perekonomian global menjadi tantangan baru.

Bertolak dari kondisi itu, Indah Kurnia menginisiasi kegiatan Seminar bertajuk Global Economy Update. Gayung bersambut. Acara lantas dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di hotel Vasa Surabaya, pada Rabu (22/2/2023).

Seminar mempertemukan pihak-pihak berkompeten pada ekonomi makro. Ada pihak penyelenggara pemerintahan selaku pemangku kebijakan, kalangan perbankan nasional, asosiasi perbankan, hingga akademisi dari Universitas Airlangga Surabaya dan sejumlah kampus di Jawa Timur.

Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurniawati SE MM, mengawali sambutannya mengungkapkan bagaimana jerih payah berbagai pihak merumuskan strategi saat kontraksi ekonomi kala pandemi.

“Di masa pandemi kemarin, DPR rapat marathon dengan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), juga LPS sebagai pilar penting di dalamnya,” ungkap Indah Kurnia.

Saat itu, lanjut Indah Kurnia, langkah pertama yang dilakukan adalah penyelamatan masyarakat yang paling terdampak. Kemudian, meningkatkan literasi keuangan masyarakat sebagai bentuk perlindungan dari berbagai tawaran investasi fiktif, menjadi bagian yang tak kalah penting.

“Kami dari DPR akan terus mendukung pemulihan ekonomi nasional,” kata wakil rakyat dari PDI Perjuangan asal Dapil Surabaya-Sidoarjo ini.

Pada kesempatan itu, Indah kembali mengingatkan agar tetap mewaspadai berbagai kemungkinan yang menjadi faktor pelambatan pertumbuhan perekonomian.

“Di tengah optimisme kinerja perbankan dan kredit pada tahun 2023, ternyata terdapat tantangan yang mesti kita waspadai bersama,  yaitu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diprediksi melambat pada tahun ini,” ungkapnya.

DPK perbankan pada tahun 2023 diperkirakan tumbuh 8%. Angka tersebut lebih rendah dari pencapaian pertumbuhan DPK pada 2021 yang mencapai 12,1%.

“Kondisi tersebut dapat menjadi masalah bagi industri perbankan apabila tidak dikelola dengan baik,” kata Indah mengingatkan.

Pasalnya, jelas Indah, ketika pertumbuhan DPK melambat dan beriringan dengan kredit yang meningkat, tentunya diperlukan upaya ekstra bagi perbankan untuk menjaga likuiditas.

“Pada kasus ini kami dari Komisi XI DPR RI akan senantiasa mendorong OJK dan LPS sebagai otoritas yang dekat dengan sektor perbankan perlu bersinergi untuk menyiapkan strategi mitigasi yang efektif terhadap tersebut,” jelas Indah.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Indonesia wajib optimis di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global. Sebab, menurut dia, ekonomi Indonesia tumbuh sangat baik.

Dimana sepanjang tahun 2022, ekonomi nasional tumbuh 5,31%. Dan, industri jasa keuangan menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk meredam tekanan tersebut.

“Industri jasa keuangan mampu menunjukkan kinerja positif dan berkontribusi besar, dimana perbankan memiliki permodalan kuat dan likuiditas yang ample di tengah tekanan eksternal tersebut,” katanya.

“Nilai tukar juga menunjukkan perbaikan. Situasi ini membuat perbankan kita masih dalam kondisi yang sangat memadai untuk melakukan ekspansi kredit sembari serta menjaga permodalan dari ketidakpastian global,” imbuh Purbaya Yudhi.

Adapun penyaluran kredit, tumbuh sebesar 10,53% (YoY) pada bulan Januari 2023. Sementara DPK tumbuh sekitar 8,03% (YoY) pada periode yang sama. Level permodalan bank secara nasional juga terbilang tebal, dan berada pada angka 25,68% per Desember 2022.

Kemudian, Alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) dan per Desember 2022 masing-masing sebesar 137,67% dan 31,20%.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang juga hadir, menyampaikan paparan bagaimana Provinsi Jawa Timur yang dengan cepat melakukan pemulihan ekonomi. Dari yang awalnya terkontraksi namun akhirnya mampu menunjukkan peningkatan, serta menjadi penyumbang seperenam dari PDB nasional

“Dari terkontraksi di angka minus 2,33 persen pada tahun 2020, sekarang mampu tumbuh sebesar 5,34 persen pada tahun 2022 dan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,21 persen,” ujarnya. (nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tulungagung Ajak Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ngunut Ulangi Kejayaan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengajak pengurus Ranting dan Anak ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Dinilai Sukses dan Profesional, Yuke: Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola

SURABAYA – Perhelatan Soekarno Cup 2026 mendapat apresiasi dari Wakil Bendahara Bidang Program DPP PDI Perjuangan ...
OLAHRAGA

Sepuluh Tahun Mengejar Bola, Fazri Jadi Best Player dan Bawa Jabar Cetak Sejarah

SURABAYA – Mimpi itu sudah tumbuh ketika Muhammad Fazri Marsandi masih duduk di kelas 2 sekolah dasar. Saat ...
KRONIK

Juara Soekarno Cup 2026, Pelatih Banteng Jabar: Hasil Kerja Keras Tim, Pengurus, dan Manajemen

SURABAYA – Banteng Jawa Barat keluar sebagai juara Soekarno Cup 2026 setelah menundukkan Banteng Bali melalui drama ...
EKSEKUTIF

Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Mas Ipin Bebaskan Denda Pajak dan Diskon BPHT 50%

TRENGGALEK – Memeriahkan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Bupati Mochamad Nur Arifin memberikan sejumlah ...
LEGISLATIF

Warga Bojonegoro Desil 1-4 Dijamin Terima Bansos dan Beasiswa, Apa Itu?

BOJONEGORO – Natasha Devianti, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, memanfaatkan Reses Masa ...