Sabtu
13 Juni 2026 | 12 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Basarah Beber Peran Megawati dalam Perayaan Imlek di Indonesia

pdip-jatim-221027-mpr-dunia-baskara-1

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Dr Ahmad Basarah MH berharap agar perayaan Imlek atau tahun baru warga keturunan Tionghoa, dapat meperkokoh semangat persatuan Indonesia dengan seluruh keanekaragaman suku, budaya, etnis, agama, dan bahasa.

“Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sangat menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebangsaan sebagaimana tercantum dalam sila ketiga Pancasila. Sehingga didorong tercipta dan tercapai kesetaraan untuk semua warga Indonesia, termasuk etnis Tionghoa,” jelas Ahmad Basarah di Jakarta, Minggu (22/1/2023).

Perjalanan Imlek di Indonesia, terangnya, memiliki sejarah panjang untuk bisa dirayakan dengan leluasa seperti saat ini. Pada tahun 1946, Presiden pertama RI Soekarno menerbitkan Penetapan Pemerintah tentang Hari-hari Raya Umat Beragama, No.2/OEM-1946.

Pasal 4 Penetapan Pemerintah tersebut menjelaskan empat hari raya warga Tionghoa. Yakni tahun baru Imlek, hari wafat Khonghucu (tanggal 18 bulan 2 Imlek), Ceng Beng, dan hari lahir Khonghucu (tanggal 27 bulan 2 Imlek).

“Namun di era Presiden Soeharto, terjadi pembatasan perayaan Imlek. Situasi ini kemudian berubah di era reformasi,” bebernya.

Pada era kepemimpinan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kemudian mencabut aturan pembatasan tersebut, karena tak ingin ada diskriminasi terhadap warga Tionghoa melalui Keputusan Presiden (Keppres) No.6/2000 tentang pencabutan Inpres No.14/1967.

Masyarakat Tionghoa kemudian diberi kebebasan untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya, termasuk merayakan upacara-upacara agama seperti Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka.

Pada era Gus Dur juga melalui keputusan Menteri Agama lahir Keputusan No.13/2001 tentang penetapan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional Fakultatif pada 19 Januari 2001.

Adapun perayaan Imlek sebagai Hari Libur Nasional, baru dilakukan pada era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, melalui Keppres Nomor 19 Tahun 2002.

“Kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid menghapuskan larangan merayakan Imlek pada tahun 2000 disempurnakan oleh Presiden Megawati melalui Keppres Nomor 12 Tahun 2002. Keppres yang memberi kesempatan pada masyarakat Tionghoa merayakan Imlek karena hari tersebut ditetapkan sebagai libur nasional,” jelas dosen pascasarjana Universitas Islam Malang itu.

“Kebijakan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional dapat disebut sebagai bentuk keberpihakan Megawati terhadap kelompok minoritas. Dalam hal ini masyarakat Tionghoa,” sambung Basarah.

Oleh sebab itu, dia memandang perjalanan historis perayaan Hari Raya Imlek di Indonesia yang cukup panjang dapat menjadi seruan bagi seluruh rakyat Indonesia terus saling menghargai budaya dari suku, etnis, ras, dan agama lain.

“Ibu Megawati menetapkan hari Imlek sebagai hari libur nasional agar kita memahami seluruh khazanah kebudayaan kita yang terbentuk bukan tunggal, tetapi sangat heterogen dan membentuk satu watak, satu kultur bangsa Indonesia, satu Indonesia,” terang Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Basarah berharap tahun 2023 yang ditandai dengan Shio Kelinci dalam astrologi Tionghoa, Indonesia bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi ataupun resesi global yang bisa berdampak terhadap Tanah Air.

“Kepada umat Konghucu, PDI Perjuangan mengucapkan selamat tahun baru Imlek,” pungkas Basarah. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ketika Bung Karno ‘Menyapa’ Gen Z Jember

Kantor DPC PDI Perjuangan Jember berubah wajah selama Bulan Bung Karno 2026. Ribuan anak muda memadati markas ...
UMKM

Festival Bambu Magetan, Geliatkan Ekonomi UMKM dan Edukasi Kelestarian Lingkungan

MAGETAN — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suyatno, menghadiri pembukaan Festival Bambu dalam ...
KRONIK

Bulan Bung Karno di Lumajang, PDIP Jatim Gelar Doa Bersama dan Bagikan 56 Tumpeng

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar doa bersama dan tahlil Bulan Bung Karno di Lumajang. Said Abdullah ...
KABAR CABANG

Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Kabupaten Kediri Siapkan Ziarah, Tanam Ketela hingga Baksos

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menyiapkan rangkaian Bulan Bung Karno 2026 mulai dari ziarah makam Bung Karno, ...
SEMENTARA ITU...

Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Fery Sudarsono Meriahkan Turnamen Mini Soccer

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, turut ...
HEADLINE

Implementasikan Arahan Megawati, PDIP Jatim Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama DPC PDIP Lumajang menanam 1.000 pohon di Bukit Perkemahan Glagaharum. Deni ...