Minggu
17 Mei 2026 | 2 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Perankan Bung Karno, Film Soera Ing Baja Mulai Tayang di Surabaya

pdip-jatim-230103-soera-ing-baja-1

SURABAYA – Film “Soera Ing Baja: Gemuruh Revolusi 45” mulai diputar di Surabaya, Senin (2/1/2023). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi nonton bareng (nobar) di Studio XXI Tunjungan Plaza Mal.

Eri nobar bersama jajaran perangkat daerah (PD), camat, lurah, serta komunitas pegiat sejarah yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Dalam film ini, dua ikut terlibat dengan memerankan Presiden pertama RI, Soekarno.

“Film “Soera Ing Baja” ini sungguh luar biasa, sebagaimana dikisahkan di dalamnya mengenai perjuangan Arek-arek Suroboyo yang luar biasa dengan semangatnya Bung Tomo,” kata Cak Eri.

Bercerita perjuangan masyarakat Surabaya dalam memerangi penjajah, film ini bisa menjadi gambaran perjuangan arek Surabaya di masa lalu. Sehingga bisa jadi teladan para remaja saat ini.

Oleh karenanya, sebut Eri, film ini wajib ditonton oleh generasi penerus bangsa, terutama Arek-arek Suroboyo. Dengan melihat film itu, secara otomatis jiwa generasi muda Kota Surabaya akan terpatri rasa kepahlawanan.

Yang bisa dicontoh untuk diterap, bukan melawan pendudukan penjajah, namun memerangi kemiskinan, gizi buruk, stunting, putus sekolah dan kebodohan.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak membebani ongkos nonton film tersebut ke masyarakat.

“Seluruh siswa SD-SMP yang di bawah kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) akan kami sediakan tempat, untuk kita wajibkan nobar film ini. Nanti ada dua studio yang kita siapkan,” ujar Eri.

Film “Soera Ing Baja” juga akan diputar di Museum Pendidikan. Juga, melalui layar lebar, agar masyarakat dapat menikmati film tersebut.

Film ini hasil kolaborasi antara pemkot dengan komunitas pegiat sejarah dan TVRI Jawa Timur. Eri pun berencana membuat film sejarah yang lebih megah.

Memerankan figur Bung Karno dalam sebuah film bukanlah yang pertama bagi Cak Eri. Sebelumnya, dia juga memerankan figur yang sama pada film “Kusno”. Namun dia mengakui karakter Bung Karno kali ini berbeda.

“Saya nerves (grogi) memerankan sosok Bung Karno. Karena film ini benar-benar heroik dan menggambarkan sejarah pertempuran Kota Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, sutradara Film “Soera Ing Baja” Faizal Anwar dan Achmad Zaki Yamani mengatakan, film ini reka ulang kejadian di masa pasca kemerdekaan. Ini berdasarkan kisah pertempuran yang diambil dari arsip serta data sejarah.

Di antaranya, arsip pemberitaan Resolusi Jihad di surat kabar, arsip resmi laporan kematian Brigadir Mallaby yang baru dapat dibuka pada 2022, arsip Surat Penetapan Pemerintah Republik Indonesia tentang Hari Pahlawan pada 1946, serta dokumen asli pidato Presiden Soekarno saat peresmian Tugu Pahlawan pada 10 November 1952.

“Film ini adalah gambaran peristiwa yang terjadi pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia di Surabaya hingga terjadinya palagan nasional pertempuran Surabaya. Hingga akhirnya pemerintah pusat saat itu menetapkan 10 November sebagai peringatan Hari Pahlawan dan membangun Tugu Pahlawan untuk mengenang peristiwa besar itu,” kata Zaki.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, film “Soera Ing Baja: Gemuruh Revolusi ‘45” mengisahkan tentang pertempuran Surabaya pada masa pendudukan kolonial di tahun 1945 lalu.

“Ini merupakan momentum yang tepat. “Soera Ing Baja” itu secara harfiah artinya berani menghadapi bahaya. Maka dari itu film ini diputar sebagai penyemangat warga Surabaya di tahun yang baru, semoga lebih berani lagi dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Wiwiek.

Film ini diproduksi dengan latar sepenuhnya di Kota Surabaya. Ini melibatkan kurang lebih ratusan orang dari beragam afiliasi. Mulai dari kalangan komunitas, pegiat sejarah, akademisi hingga mahasiswa.

Selain melibatkan ratusan orang, banyak mengambil latar bangunan kuno khas zaman dulu di Kota Pahlawan.

Beberapa set latar pengambilan itu mulai dari bangunan Lodji Besar Peneleh, warga sekitar kampung Pandean, Plampitan, dan masih banyak lagi. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kanang Ajak Kader PDIP Kota Madiun Pegang Teguh Semangat ‘Jas Merah’

Kanang mengajak kader PDIP Kota Madiun terus memegang semangat Jas Merah saat pelantikan PAC se-Kota Madiun. MADIUN ...
HEADLINE

PAC se-Pasuruan Raya Dilantik di Lereng Arjuno-Welirang, “Suguhannya” Umbi-umbian dan Tari Warak Sena

KABUPATEN PASURUAN – Ratusan pengurus PAC se-Pasuruan Raya meliputi Kabupaten dan Kota Pasuruan, menjalani prosesi ...
SEMENTARA ITU...

Surabaya Vaganza Masuk KEN 2026, Jadi Kado Istimewa HJKS Ke-733

Surabaya Vaganza resmi masuk KEN 2026 dan menjadi kado istimewa HJKS ke-733 dengan parade budaya malam yang meriah. ...
KABAR CABANG

Rangkul Minoritas, PDI Perjuangan Sampang, Perkuat Identitas Rumah Kebangsaan

SAMPANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memberi apresiasi tinggi terhadap langkah DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
KABAR CABANG

Sinung Optimistis Target 8 Kursi DPRD untuk PDIP Bondowoso di 2029 Bukan Hal Mustahil

Sinung Sudrajad optimistis target delapan kursi DPRD untuk PDIP Bondowoso pada Pemilu 2029 bukan hal mustahil. ...
KABAR CABANG

Ketika Singo Ulung Menari di Acara Banteng: Warna Budaya dalam Pelantikan PAC PDIP Bondowoso

Tari Pesona Budaya Jawa Timur meriahkan pelantikan PAC PDI Perjuangan Bondowoso dengan perpaduan budaya lokal dan ...