Minggu
19 April 2026 | 4 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pejabat PT Berperan Penting Cegah Radikalisme

pdip jatim - achmad basarah

pdip jatim - achmad basarahMALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Ahmad Basarah berpendapat, salah satu penyebab berkembangnya paham terorisme di tanah air karena masyarakat masih bersikap permisif atau membuka diri dan toleran terhadap bentuk terorisme.

Kata Basarah, sikap masih permisif terhadap aksi terorisme, di antaranya adalah ceramah yang mengandung kekerasan, bahkan menyinggung SARA. Dalam urusan ceramah agama, negara tidak bisa masuk untuk mengatasinya, karena adanya undang-undang yang melarang negara masuk dalam urusan agama,” kata Ahmad Basarah, dalam dialog Pencegahan Radikalisme di Universitas Brawijaya (UB) Malang, kemarin.

Berkembangnya terorisme di tanah air, lanjut anggota Komisi III DPR RI tersebut, juga disebabkan lemahnya regulasi pemerintah. Artinya, minimnya gerakan nasional yang terstruktur untuk menangani terorisme.

Bahkan, sebut dia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun tidak bisa menangkap langsung seseorang yang diduga terlibat terorisme. Oleh karena itu, kata Basarah, aksi yang paling pas untuk dilibatkan dalam pencegahan terorisme adalah melibatkan perguruan tinggi (PT).

“Peran rektor dan para pejabat di lingkungan perguruan tinggi itu penting untuk melakukan deteksi dini dalam upaya menangkal radikalisme. Sebab perguruan tinggi di Indonesia disinyalir menjadi sasaran empuk penganut paham radikal untuk mengembangkan pemikirannya,” ujar Basarah.

Legislator asal dapil V Jawa Timut itu menambahkan, kerja sama antara BNPT dengan PT juga harus ditingkatkan untuk mengantisipasi berkembangnya radikalisme. Menurut dia, harus ada gerakan nasional yang terstruktur, sistematis dan masif. “Selain penanggulangan, aksi pencegahan juga penting,” sebutnya.

Pria yang juga menjabat Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menilai, perguruan tinggi merupakan tempat berbagai pemikiran bersemai di benak mahasiswa. Peran perguruan tinggi juga bisa menyaring pemikiran, sebab di usia muda, mahasiswa sedang getol-getolnya mencari jati diri. Dan di perguruan tinggi itu pulalah menjadi sasaran rekruitmen aksi terorisme.

Terorisme, imbuh Basarah, merupakan salah satu kejahatan luar biasa di Indonesia, yang menjadi satu dari tiga kejahatan luar biasa selain korupsi dan penyalahgunaan narkotika. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...
KRONIK

Erma Susanti Tegaskan Perempuan Harus Suarakan Kesetaraan Gender di Era Digital Indonesia

Erma Susanti dorong perempuan Indonesia aktif menyuarakan kesetaraan gender melalui media sosial sebagai bagian ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Bagikan Benih Jagung, Ajak Masyarakat Tanam Pendamping Beras

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang mengajak masyarakat untuk menanam tanaman ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Imbau Warga Jombang Antisipasi Kemarau Panjang dan Perkuat Cadangan Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, mengimbau masyarakat ...