Selasa
18 Agustus 2026 | 8 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mbak Puti Dukung Kebijakan Pemkot Surabaya Mengganti PR untuk SD dan SMP dengan Penumbuhan Karakter

pdip-jatim-dpr-ri-101122-puti-guntur-soekarno-1

SURABAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menilai positif terkait kebijakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengganti PR (Pekerjaan Rumah) bagi pelajar SD dan SMP di Kota Surabaya dengan kegiatan penumbuhan karakter.

“PR yang terlalu banyak dan sering, bisa dikolaborasi. Alokasinya untuk penumbuhan karakter. Saya setuju dan mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang ingin mengajak anak lebih aktif membuat proyek atau kegiatan positif lain dengan ekstrakurikuler,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Puti ini.  

“Tentu harus dibuat agar menyenangkan dalam prosesnya, tetapi jelas manfaatnya untuk membangun karakter nasional,” imbuhnya.

PR bagi siswa yang terlalu sering dan rutin, menurut legislator dari daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo ini, juga bisa membuat siswa semakin jenuh dan justru malas dengan institusi pendidikan formal. Sebab di era digitalisasi saat ini, banyak alternatif pendidikan dan pembelajaran baru yang ditawarkan.

“Upaya nation and character building atau pembangunan karakter bangsa tentu sangatlah relevan guna mengimbangi kemajuan teknologi informasi (digital),” kata Mbak Puti.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan yang juga Visiting Professor di Kokushikan University Jepang ini juga mengapresiasi dan menyarankan perlunya proyek pembelajaran yang menitik beratkan pengenalan berkebudayaan dalam kepribadian nasional.

Misalnya, dengan belajar praktek seni tradisi atau modern disandingkan dengan mengaji bagi muslim dan mengajari toleransi.

“Seperti di negeri Jepang misalnya, ilmu pengetahuan dan teknologinya sangat maju, tetapi karakter Bangsa Jepang masih sangat kokoh,” pungkas Puti yang juga mantan calon Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Untuk diketahui, mulai hari ini, Kamis (10/11/2022), Pemerintah Kota Surabaya resmi mengubah kebijakan pemberian PR untuk pelajar SD dan SMP menjadi program penumbuhan karakter siswa.

Pemberlakuan diikuti dengan memangkas jam pelajaran sekolah hingga pukul 12.00 WIB. Adapun dua jam selanjutnya hingga pukul 14.00 WIB akan dipakai guna pendalaman karakter siswa. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bukan Sekadar Seremonial, Bupati Lukman Tegaskan Kemerdekaan Harus Diisi Karya Nyata

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 ...
SEMENTARA ITU...

Serahkan Dua Ambulans Gratis, Novita: Kebutuhan di Masyarakat Bawah Masih Tinggi

TRENGGALEK — Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur Novita Hardini menyerahkan dua unit ambulans gratis untuk ...
KABAR CABANG

Agatha: Jangan Kenal Kemiskinan Hanya dari Angka, Turun Langsung ke Rakyat

SURABAYA – Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Agatha Retnosari mengingatkan kader agar tidak memahami ...
KABAR CABANG

HUT RI ke-81, PDIP Kabupaten Kediri Dorong Generasi Muda Rawat Semangat Patriotisme

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri mendorong generasi muda merawat patriotisme dan kecintaan kepada bangsa melalui ...
SEMENTARA ITU...

Plt Ketua DPRD Magetan Suyatno Bacakan Naskah Proklamasi di HUT ke-81 RI, Ajak Warga Doakan Korban Gempa NTT

MAGETAN — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, H. Suyatno, S.Sos., dipercaya membacakan Naskah ...
KRONIK

PDIP Jatim Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Libatkan Seluruh Elemen Partai

SURABAYA – PDI Perjuangan Jawa Timur menggalang bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara ...