Jumat
02 Oktober 2026 | 12 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mbak Puti Dukung Kebijakan Pemkot Surabaya Mengganti PR untuk SD dan SMP dengan Penumbuhan Karakter

pdip-jatim-dpr-ri-101122-puti-guntur-soekarno-1

SURABAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menilai positif terkait kebijakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengganti PR (Pekerjaan Rumah) bagi pelajar SD dan SMP di Kota Surabaya dengan kegiatan penumbuhan karakter.

“PR yang terlalu banyak dan sering, bisa dikolaborasi. Alokasinya untuk penumbuhan karakter. Saya setuju dan mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang ingin mengajak anak lebih aktif membuat proyek atau kegiatan positif lain dengan ekstrakurikuler,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Puti ini.  

“Tentu harus dibuat agar menyenangkan dalam prosesnya, tetapi jelas manfaatnya untuk membangun karakter nasional,” imbuhnya.

PR bagi siswa yang terlalu sering dan rutin, menurut legislator dari daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo ini, juga bisa membuat siswa semakin jenuh dan justru malas dengan institusi pendidikan formal. Sebab di era digitalisasi saat ini, banyak alternatif pendidikan dan pembelajaran baru yang ditawarkan.

“Upaya nation and character building atau pembangunan karakter bangsa tentu sangatlah relevan guna mengimbangi kemajuan teknologi informasi (digital),” kata Mbak Puti.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan yang juga Visiting Professor di Kokushikan University Jepang ini juga mengapresiasi dan menyarankan perlunya proyek pembelajaran yang menitik beratkan pengenalan berkebudayaan dalam kepribadian nasional.

Misalnya, dengan belajar praktek seni tradisi atau modern disandingkan dengan mengaji bagi muslim dan mengajari toleransi.

“Seperti di negeri Jepang misalnya, ilmu pengetahuan dan teknologinya sangat maju, tetapi karakter Bangsa Jepang masih sangat kokoh,” pungkas Puti yang juga mantan calon Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Untuk diketahui, mulai hari ini, Kamis (10/11/2022), Pemerintah Kota Surabaya resmi mengubah kebijakan pemberian PR untuk pelajar SD dan SMP menjadi program penumbuhan karakter siswa.

Pemberlakuan diikuti dengan memangkas jam pelajaran sekolah hingga pukul 12.00 WIB. Adapun dua jam selanjutnya hingga pukul 14.00 WIB akan dipakai guna pendalaman karakter siswa. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Serap Keluhan Kades Blitar, Soroti Dampak Pemotongan Dana Desa 70 Persen

BLITAR – Persoalan fiskal menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan para kepala desa kepada Anggota Komisi ...
LEGISLATIF

Perda Pilkades Trenggalek Disahkan, Doding Rahmadi Ajak Warga Kawal Pelaksanaannya

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek mengesahkan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Soroti Ruang Fiskal Jember, Minta Anggaran Tak Berhenti di atas Kertas

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghitung ulang ruang ...
LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...
KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...