NGAWI – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi Slamet Riyanto, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Ngawi untuk lebih serius menangani bidang tugasnya.
Menurut Slamet Riyanto, setidaknya ada 3 hal yang harus dibenahi Dinas seperti disampaikan kepada pdiperjuangan-jatim.com pada Jumat (4/11/2022). Khususnya terkait sekolah negeri.
Pertama, soal daya saing dengan sekolah swasta. Menurut Slamet Riyanto, “SD Negeri di Ngawi dari sekian tahun terakhir ini, selalu berkurang siswanya. Maka, hal ini harus menjadi skala prioritas agar gedung-gedung SDN bisa kembali penuh siswanya.”.
Slamet Riyanto berpandangan, SDN di Ngawi kalah berkompetisi dengan sekolah swasta. Masyarakat banyak menilai, kualitas sekolah swasta jauh lebih baik ketimbang sekolah negeri.
Pun demikian dengan fasilitas yang diberikan, jauh berbeda dengan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurutnya, adanya perbedaan tersebut membuat sekolah negeri kian ditinggalkan. Di beberapa kasus terakhir, banyak SDN yang terpaksa harus dimerger, sebab tidak memenuhi kuota jumlah siswa lantaran kalah bersaing dengan SD swasta.
“Permasalahan ini harus kita kaji. Mengapa SD Negeri kurang diminati. Setelah menemukan permasalahan, harus mengambil kebijakan. Agar SDN kita terisi kembali,” cetusnya.
“Jangan sampai SD N kita kosong, padahal anggaran untuk pendidikan tiap tahun sudah banyak,” imbuh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi tersebut.
Kedua, terkait kualitas guru. Menurut Slamet Riyanto, harus ada upaya untuk meningkatkan kualitas guru-guru SD Negeri. Sejauh ini, kata dia, masyarakat memandang guru sekolah swasta jauh lebih kompeten dibandingkan sekolah negeri.
Ketiga, terkait sarana dan prasarana sekolah negeri. Slamet Riyanto berpendapat, peningkatan infrastruktur, seperti gedung sekolah juga harus diperhatikan. Agar tidak semakin ketinggalan dengan sekolah non negeri lainnya.
Tiga hal itu, menurut Slamet Riyanto adalah hal krusial yang harus segera dibenahi. Permasalahan pendidikan kekurangan siswa, dan sarpras masih berkelindan baik di lembaga SDN, SMPN, hingga pada tataran pendidikan TK Dharma Wanita.
“Permasalahan-permasalahan dasar pendidikan harus kita perhatikan,” ujar Slamet Riyanto. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










